Mataram-Bappeda NTB melaksanakan Kick Off Meeting Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan RPJMD 2025-2029 dan Renstra Perangkat Daerah 2025-2045 (12/2). Hadir langsung Penjabat Gubernur Hassanudin dalam sambutannya sampaikan bahwa penyusunan RPJMD harus mengikuti pedoman penyusunan yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat.
“Guidance (pedoman) penyusunan RPJMD dari Kementerian Dalam Negeri berlaku homogen sehingga dengan karakteristik daerah yang berbeda beda harus disikapi dengan baik,” ujarnya.
Oleh karena itu menurutnya selain berorientasi pada program, RPJMD juga disusun untuk mendukung arah kebijakan Kepala Daerah terpilih. Dengan tiga fokus utama pembangunan; pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan NTB sebagai destinasi wisata dunia.
Menambahkan, Kepala Bappeda NTB, Dr. Iswandi sampaikan terdapat 106 kegiatan strategis untuk menyelesaikan tiga fokus utama tersebut. Salah satunya, mencapai kemiskinan satu digit. Menyelesaikan kemiskinan ekstrem, sehingga lima tahun ke depan, kemiskinan sudah di bawah 10%.
Dikelompokkan dalam 19 prioritas daerah dengan orkestrasi 10 program unggulan (NTB Sehat dan Cerdas, Desa Berdaya, NTB Inkluisif, NTB Agro Maritim, Ekraf Mendunia, NTB Pariwisata Berkualitas, NTB Lestari Berkelanjutan, NTB Connected, Good n Smart Governance, NTB Terampil dan Tangkas).Menurutnya, hal inilah yang perlu dirumuskan para perangkat daerah di dalam Forum Perangkat Daerah dalam dua minggu ke depan.
Oleh karena itui, menutup paparannya, Doktor Iswandi harapkan perangkat daerah dalam Forum Perangkat Daerah ini dapat menguatkan kolaborasi strategis lintas sektoral. Untuk mencapai komitmen bersama mewujudkan target kinerja pembangunan, penguatan data mikro hingga ke level desa, dan menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas. (Id)
