Mataram – Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si., memimpin Rapat Koordianasi Persiapan Peluncuran Program Unggulan Desa Berdaya, sebuah inisiatif prioritas yang dirancang untuk mendukung pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berbasis desa. (03/07/2025)
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Lakey Bappeda NTB tersebut menjadi awal dari rangkaian tahapan menuju peresmian program yang rencananya akan dilaksanakan di Desa Ungge, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.
Program Desa Berdaya sendiri digagas sebagai miniatur dari kebijakan strategis Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, dengan tujuan menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2029. NTB menetapkan tiga agenda utama—pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata—sebagai bentuk implementasi dari Trisula Pembangunan Nasional.
“Pendekatan kita adalah dari desa. Semua desa akan mendapatkan intervensi dalam kurun lima tahun ke depan. Kita mulai dari desa-desa kantong kemiskinan ekstrem yang datanya sudah tersedia berdasarkan Reksosek dari Bappenas,” tegas Kepala Bappeda dalam paparannya.
Dalam pelaksanaannya, program akan dibagi menjadi dua model: Desa Berdaya Umum dan Desa Berdaya Transformatif. Yang terakhir akan menjadi percontohan di setiap kabupaten/kota, dengan Desa Ungge ditunjuk sebagai model transformatif sekaligus lokasi launching.
Kegiatan ini akan melibatkan kolaborasi lintas sektor dan lembaga, termasuk pemerintah pusat, OPD, dan mitra pembangunan. Pemerintah juga menekankan pentingnya disiplin menggunakan data tunggal penerima manfaat agar intervensi program berjalan efektif dan terarah.
Untuk menyukseskan acara launching yang direncanakan berlangsung pada akhir Juli mendatang, panitia akan melewati lima tahapan: persiapan lokasi, sosialisasi program, kegiatan pra-acara, hingga pelaksanaan launching. Evaluasi akhir dijadwalkan pada 16 Juli, dengan fokus pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, perbaikan saluran air, dan percepatan pembangunan infrastruktur seperti jembatan.
Pemerintah berharap masyarakat Desa Ungge tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga berperan aktif sebagai pelaku utama pembangunan. Dengan semangat kolaboratif, Desa Berdaya ditargetkan menjadi simbol transformasi desa menuju kemandirian dan kesejahteraan.