Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Provinsi NTB, Iskandar Zulkarnain, ST., M.Si., membuka kegiatan Rapat Evaluasi Progres Verifikasi dan Validasi Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (VVDS P3KE) Kabupaten/Kota Se-Provinsi NTB, dihadiri perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota di NTB. Bertempat di Ruang Rapat Geopark Bappeda NTB, Senin 13 Maret 2023.
“Hal-hal yang berkaitan dengan kemiskinan akan jadi atensi dalam RPD NTB” ujar Iskandar Zulkarnain membuka sambutannya. RPD NTB tahun 2024-2026 yang saat ini sedang disusun hingga 31 Maret 2023 terdiri dari 3 pilar utama menurut Iskandar akan mengakomodir kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kemiskinan.
“Kemiskinan di NTB saat ini masih berada pada posisi 13,82%, padahal target kita di RPJMD tahun ini mencapai 11,92%” ujarnya. Oleh karena itu menurutnya harus dilakukan percepatan penanggulangan kemiskinan. Hal ini juga sesuai dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur agar kemiskinan di NTB untuk mencapai satu digit atau di bawah 10%. Sementara itu terkait persentase kemiskinan ekstrem di NTB, masih ada sebanyak 3,29% pada Tahun 2022, “Ini adalah sasaran yang harus bisa kita tuntaskan menjadi Nol Persen di tahun 2024”, lanjut Iskandar Zulkarnain.
Oleh karena itu, menurut Iskandar Zulkarnain, ada banyak strategi penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah Provinsi di NTB. Salah satunya adalah tersusunnya Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Kemiskinan. Didalam pergub ini ditekankan untuk dilaksanakan beberapa hal, yaitu; Penguatan kapasitas kelembagaan, koordinasi, dan sinergitas TKPKD Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota se-NTB; Membangun kemitraan pada Gerakan Multi Pihak Penanggulangan Kemiskinan untuk program/kegiatan penanggulangan kemiskinan antara pemerintah dan non-pemerintah. “Strategi lainnya adalah pembuatan aplikasi aplikasi verifikasi validasi desa sasaran penanggulangan kemiskinan ekstrem” tambahnya. Aplikasi ini berguna untuk melakukan validasi data di level desa (database kemiskinan/single data) yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan data kemiskinan oleh Perangkat Daerah (Kabupaten/Kota dan Provinsi.
#NTBGEMILANG
#NTBTangguhDanMantap
#NTBBersihDanMelayani
#NTBSehatDanCerdas
#NTBAsriDanLestari
#NTBSejahteraDanMandiri
#NTBAmanDanBerkah

