Bappeda Provinsi NTB bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dampak Ekonomi dan Fiskal Aktivitas Penyeberangan PT ASDP”. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas peran transportasi laut dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, konektivitas wilayah, serta keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini dihadiri perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Provinsi NTB, bertempat di ruang rapat Geopark Bappeda NTB. Rabu 28 Januari 2026.
Memberikan sambutan, Suryani Eka Wijaya, P.hD, Fungsional Perencana Ahli Madya Bappeda NTB menyampaikan bahwa transportasi laut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain sebagai sarana konektivitas antarwilayah, transportasi laut juga diharapkan mampu beradaptasi dengan isu-isu global, termasuk transisi menuju energi ramah lingkungan. Beberapa praktik internasional, seperti pemanfaatan energi angin dan matahari pada sektor transportasi laut, menjadi referensi dalam diskusi tersebut.
Suryani Eka menilai kajian yang dilakukan LPEM UI sangat strategis karena mampu memotret secara lebih mendalam kondisi ekonomi dan fiskal daerah, khususnya di kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kajian ini juga diharapkan dapat dikembangkan secara regional dengan mengaitkan konektivitas Bali, NTB, dan NTT dalam kerangka pengembangan kawasan regional.
Sementara itu, perwakilan LPEM UI, Wahyu, menjelaskan bahwa kajian yang dilakukan bertujuan menganalisis dampak ekonomi dan fiskal aktivitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara makroekonomi. Analisis mencakup kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan pendapatan masyarakat, serta potensi peningkatan pendapatan pemerintah pusat dan daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain itu, kajian ini juga melihat secara lebih rinci aktivitas ASDP di wilayah NTB, termasuk perannya dalam mendukung konektivitas antarwilayah dan mobilitas barang serta manusia. Perspektif dan masukan dari pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam penelitian ini, guna mengetahui harapan dan dukungan yang dibutuhkan agar keberadaan ASDP dapat semakin optimal dalam mendukung pembangunan daerah.
FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif, tidak hanya untuk memperkuat sektor transportasi laut, tetapi juga untuk mendorong pemerataan pembangunan, peningkatan konektivitas kawasan timur dan barat Indonesia, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.