Welcome to BAPPEDA NTB Official Website

Berita

Seminar Nasional Gelar Wicara Universitas Mataram Tahun 2026

Seminar Nasional Gelar Wicara Universitas Mataram Tahun 2026

Mataram— Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Nasional Gelar Wicara Universitas Mataram (Unram) Tahun 2026 yang mengusung tema “Desa Berdaya, Program Berdampak: KKN-PMD dengan Pilar Empathy dan Curiosity”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan desa berbasis kolaborasi dan data. Kamis 12 Februari 2026.

Dalam paparannya, Baiq Nelly menegaskan bahwa Desa Berdaya merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB yang bertujuan membangun kemandirian desa melalui penguatan fondasi sosial dan ekonomi masyarakat. Program ini selaras dengan arah pembangunan NTB sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 6 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi NTB Tahun 2025–2029.

Ia menjelaskan bahwa Desa Berdaya dirancang untuk mencapai triple agenda pembangunan melalui dua pendekatan utama, yakni penyelesaian permasalahan desa dan penguatan potensi lokal. Implementasinya dituangkan dalam 20 tematik Desa Berdaya, antara lain Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Mandiri Pangan, Desa Wisata Maju, Desa Tangguh Bencana, Desa Hijau, Desa Inklusi/GEDSI, Desa Sehat dan Bebas Stunting, Desa Literasi, hingga Desa Sadar Pajak.

Baiq Nelly juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan perguruan tinggi, khususnya Universitas Mataram, dalam penguatan Sistem Informasi Desa (SID). Menurutnya, SID menjadi instrumen strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan desa yang berbasis data, akurat, dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penguatan kelembagaan dan pembagian peran lintas pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, perguruan tinggi, hingga pemerintah desa. Universitas Mataram berperan dalam penyiapan program pengabdian masyarakat, pembekalan dosen dan mahasiswa KKN, serta pendampingan teknis penguatan SID pasca-KKN. Sementara itu, pemerintah daerah dan desa mendukung melalui penyediaan infrastruktur, regulasi, anggaran, serta sumber daya manusia pengelola data desa.

Dalam pelaksanaannya, program KKN Unram Penguatan SID telah menjangkau 191 desa di NTB, termasuk 61 desa berdaya, dengan rangkaian kegiatan mulai dari penandatanganan kerja sama, pembekalan, diseminasi, pelaksanaan KKN, hingga monitoring dan evaluasi bersama.

Melalui seminar ini, Baiq Nelly berharap mahasiswa KKN tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menumbuhkan empati, rasa ingin tahu, serta komitmen untuk mendorong pembangunan desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan berbasis data dan kolaborasi.