Note:
Selasa, 14 Juli 2020
Ruang Rapat Geopark Bappeda NTB
Pukul : 14.00 - 16.00 WITA
Ini adalah Webinar ke – 2 terkait, Pengembangan Technology Catalog (TC) melalui Zoom Meeting Lintas Sektor untuk Pengelolaan Limbah Padat dan Energy. Pertemuan sebelumnya adalah Lounching SII (Penandatanganan kerjasama) dan Seminar/sustainability workshop di Bappeda Provinsi NTB dan webinar masterplan persampahan.
Beberapa waktu lalu kita mengundang beberapa OPD terkait, BUMN, Lembaga, NGO, Bank Sampah (Bank Sampah Bintang Sejahtera), dan PT. GEO Trans Management (perusahaan Australia) dan beberapa investor Asing.
Dan dari Pihak Denmark diwakili oleh : Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Denmark (DEPA) dan Badan Energi Denmark (DEA).
Pada Webinar kali ini fokus pada 2 partisipan penting ( yaitu Dinas LHK dan Dinas ESDM Provinsi NTB dan dari Pihak Denmark yaitu DEPA dan DEA ).
Acara dibuka langsung oleh Kepala Bidang Litbang Bappeda NTB (Lalu Suryadi S.P., MM).
Penterjemah dari TGP2D Prov NTB (Ibu Aula Sakinah).
Notulensi : Subbid. Litbang Ekowil Bappeda NTB (Bq. Dhani Sufia H, ST).
——------------------------------
Sustainable Island Initiative (SII) adalah bagian dari kerja sama sektor strategis antara Denmark dan Indonesia dalam bidang energi dan lingkungan. Dua pulau yang telah dipilih oleh otoritas nasional untuk SII, yaitu Pulau Lombok dan Batam/Riau.
Indonesia sedang menghadapi tantangan yang signifikan terkait dengan memastikan penanganan yang efektif terhadap peningkatan jumlah limbah padat sesuai dengan Kebijakan Limbah Nasional serta memastikan bahwa peningkatan kapasitas pembangkit listrik yang terus menerus dilakukan sejalan dengan tujuan transisi menuju generasi energi yang lebih terbarukan sebagaimana diatur dalam Kebijakan Energi Nasional. Selain itu, potensi pembangkit limbah menjadi energi/ Waste-to-Energy (WtE) Indonesia jauh lebih besar dari kapasitas saat ini.
Teknologi WtE menghadirkan oportunitas untuk mengurangi dampak negatif lingkungan hidup dari penimbunan limbah serta sebuah sarana untuk menghasilkan energi terbarukan. Beberapa teknologi WtE tersedia dan dapat menjadi pilihan yang layak secara komersial untuk menghasilkan listrik. Technology catalogue (TC) lintas sektor dan data akan dikembangkan untuk pengelolaan limbah padat dan produksi energi guna memperoleh data untuk menganalisis lebih lanjut oportunitas dan kelayakan dari pengelolaan limbah padat (SWM) dan produksi energi dari sampah dan biomassa.
Webinar kali ini membahas lebih focus pada alternatif beberapa model TC yang sudah terimplementasi di Negara Denmark maupun di NTB, yang mana dalam 18 bentuk list TC yang ditawarkan tdisepakati untuk fokus pada 12 list yang akan menjadi pilihan TC yg saat ini bisa menjadi pilihan dan diaplikasikan serta akan diimplementasikan di NTB khususnya di Pulau Lombok. Dimana 12 list yang direkomendasikan al :
Ini adalah Webinar ke – 2 terkait, Pengembangan Technology Catalog (TC) melalui Zoom Meeting Lintas Sektor untuk Pengelolaan Limbah Padat dan Energy. Pertemuan sebelumnya adalah Lounching SII (Penandatanganan kerjasama) dan Seminar/sustainability workshop di Bappeda Provinsi NTB dan webinar masterplan persampahan.
Beberapa waktu lalu kita mengundang beberapa OPD terkait, BUMN, Lembaga, NGO, Bank Sampah (Bank Sampah Bintang Sejahtera), dan PT. GEO Trans Management (perusahaan Australia) dan beberapa investor Asing.
Dan dari Pihak Denmark diwakili oleh : Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Denmark (DEPA) dan Badan Energi Denmark (DEA).
Pada Webinar kali ini fokus pada 2 partisipan penting ( yaitu Dinas LHK dan Dinas ESDM Provinsi NTB dan dari Pihak Denmark yaitu DEPA dan DEA ).
Acara dibuka langsung oleh Kepala Bidang Litbang Bappeda NTB (Lalu Suryadi S.P., MM).
Penterjemah dari TGP2D Prov NTB (Ibu Aula Sakinah).
Notulensi : Subbid. Litbang Ekowil Bappeda NTB (Bq. Dhani Sufia H, ST).
——------------------------------
Sustainable Island Initiative (SII) adalah bagian dari kerja sama sektor strategis antara Denmark dan Indonesia dalam bidang energi dan lingkungan. Dua pulau yang telah dipilih oleh otoritas nasional untuk SII, yaitu Pulau Lombok dan Batam/Riau.
Indonesia sedang menghadapi tantangan yang signifikan terkait dengan memastikan penanganan yang efektif terhadap peningkatan jumlah limbah padat sesuai dengan Kebijakan Limbah Nasional serta memastikan bahwa peningkatan kapasitas pembangkit listrik yang terus menerus dilakukan sejalan dengan tujuan transisi menuju generasi energi yang lebih terbarukan sebagaimana diatur dalam Kebijakan Energi Nasional. Selain itu, potensi pembangkit limbah menjadi energi/ Waste-to-Energy (WtE) Indonesia jauh lebih besar dari kapasitas saat ini.
Teknologi WtE menghadirkan oportunitas untuk mengurangi dampak negatif lingkungan hidup dari penimbunan limbah serta sebuah sarana untuk menghasilkan energi terbarukan. Beberapa teknologi WtE tersedia dan dapat menjadi pilihan yang layak secara komersial untuk menghasilkan listrik. Technology catalogue (TC) lintas sektor dan data akan dikembangkan untuk pengelolaan limbah padat dan produksi energi guna memperoleh data untuk menganalisis lebih lanjut oportunitas dan kelayakan dari pengelolaan limbah padat (SWM) dan produksi energi dari sampah dan biomassa.
Webinar kali ini membahas lebih focus pada alternatif beberapa model TC yang sudah terimplementasi di Negara Denmark maupun di NTB, yang mana dalam 18 bentuk list TC yang ditawarkan tdisepakati untuk fokus pada 12 list yang akan menjadi pilihan TC yg saat ini bisa menjadi pilihan dan diaplikasikan serta akan diimplementasikan di NTB khususnya di Pulau Lombok. Dimana 12 list yang direkomendasikan al :
- Biomassa Gasification
- Methanol from Biomass Gasification
- Incenerator
- Thermal depolymerization
- Landfill Gas Collection
- Anaerobic digestion
- Composting
- Phyrolysis
- MBT to Refuse Derived fuel/RDF
- Biomass fired power plant
- Retrofit coal fired power plant to use biomass
- Solid Recovered Fuel (SRF)