Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda NTB, Laksmy Fortuna, ST., MT., menjadi narasumber pada kegiatan Rakor Forum Perangkat Daerah Urusan Kebencanaan dan Perubahan Iklim Provinsi NTB dalam rangka Penyusunan Renja BPBD NTB Tahun 2027. Kegiatan yang berkolaborasi dengan Mitra SIAP SIAGA ini dibuka langsung oleh Kepala Pelaksanan BPBD NTB Sadimin, S.T., M.I., bertempat di Hotel Lombok Astoria. Rabu 8 April 2026.
Sadimin menyampaikan kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antar perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di NTB.
Sebagai daerah yang berada di wilayah cincin api, NTB memiliki kerentanan terhadap berbagai bencana seperti gempa bumi, banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan. Melalui forum ini, diharapkan lahir perencanaan yang tidak hanya kuat secara dokumen, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Sadimin juga menekankan pentingnya penyusunan rencana kontinjensi yang terintegrasi, disertai simulasi berkala agar seluruh pihak siap dan sigap saat bencana terjadi. Dengan koordinasi yang solid dan sistem yang terbangun dengan baik, diharapkan risiko dan dampak bencana dapat diminimalisir.
Melalui kolaborasi yang kuat, NTB optimis dapat mewujudkan ketangguhan daerah serta memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
Pada Kesempatan yang sama Kabid IK Bappeda NTB, Laksmy Fortuna, sampaikan pentingnya sinergi dalam penanggulangan bencana pada Rapat Koordinasi Forum Perangkat Daerah Urusan Kebencanaan dan Perubahan Iklim Provinsi NTB. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan, mengidentifikasi isu prioritas, serta merumuskan program dan kegiatan BPBD NTB Tahun 2027.
Laksmy menekankan bahwa penyusunan Renja harus selaras dengan RPJMD dan RPJMN, serta didukung kolaborasi lintas OPD dan pemerintah kabupaten/kota. Mengingat NTB memiliki potensi bencana yang tinggi, penguatan mitigasi dan adaptasi menjadi fokus utama, mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana.
Selain itu, capaian indikator kinerja seperti Indeks Risiko Bencana (IRB) dan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) juga menjadi perhatian bersama. Diperlukan langkah percepatan dan strategi yang lebih efektif agar target kinerja dapat tercapai secara optimal di tahun 2027.
BPBD NTB juga didorong untuk terus memperkuat peran dalam program Desa Berdaya melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana, sebagai upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat di tingkat desa, termasuk desa dengan kategori miskin ekstrem.
Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi yang konkret dan aplikatif untuk menjawab berbagai tantangan kebencanaan di NTB, demi terwujudnya daerah yang tangguh dan berkelanjutan.