Bappeda Provinsi NTB berkolaborasi Bersama Program SKALA NTB mengadakan kegiatan Lokakarya Penyediaan Data Pendukung Pelaksanaan Tembang PUGIS Provinsi NTB. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Diskominfotik NTB dan dihadiri oleh Kabid P2M Bappeda NTB serta perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Bertempat di Prime Park Hotel, Rabu 1 Maret 2026.
Memberikan sambutan, Anja Kusuma selaku Lead Program SKALA NTB menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Musrenbang Tematik PUGIS (Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan data dan analisis, serta implementasi program SKALA yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan publik, pengelolaan keuangan daerah, serta pengarusutamaan gender, disabilitas, dan inklusi sosial.
Anja berharap seluruh perangkat daerah dapat mengoptimalkan peran sebagai produsen dan pengguna data, sehingga menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi NTB.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H. yang membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan sampaikan bahwa pembangunan saat ini harus bertransformasi dari yang berbasis asumsi menjadi berbasis data. Data yang akurat, terpilah, dan terintegrasi menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang adil, inklusif, dan tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Melalui lokakarya ini, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat memperkuat komitmen dalam penyediaan dan pemanfaatan data sektoral, serta mendorong integrasi melalui Satu Data NTB. Dengan demikian, setiap perencanaan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor menjadi hal penting dalam mewujudkan data yang berkualitas. Karena pembangunan yang baik tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari sejauh mana keadilan dan keberpihakan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat NTB.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang P2M Bappeda NTB, H. Heri Agustiadi, S.Sos., MM menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun, terutama kelompok rentan seperti perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Pembangunan yang tidak melibatkan kelompok rentan adalah pembangunan yang tidak utuh. Mereka harus hadir dalam data, hadir dalam perencanaan, hingga hadir dalam layanan,” tegasnya.
Melalui Tembang PUGIS 2026, pendekatan pembangunan diarahkan pada penguatan data terpadu, anggaran yang responsif, serta layanan dasar yang inklusif. Namun, hal tersebut tidak akan berhasil tanpa kolaborasi lintas sektor.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi adalah kunci, dan data yang valid adalah fondasi dari kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Lebih dari itu, partisipasi masyarakat juga harus ditingkatkan. Tidak hanya sekadar didengar, tetapi dilibatkan sebagai bagian dari pengambil keputusan dalam proses pembangunan.