Welcome to BAPPEDA NTB Official Website

Berita

Groundbreaking Program Pengembangan hilirisasi Ayam Terintegrasi

Groundbreaking Program Pengembangan hilirisasi Ayam Terintegrasi

Sumbawa besar, Jumat 6 Februari 2026. Kabid perekonomian dan SDA Bappeda NTB Iskandar Zulkarnain, S.Pt., M.Si., menghadiri Groundbreaking Pembangunan Integrated Poultry Industry atau industri ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir, di Kecematan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa. Peletakan Batu pertama secara resmi dilakukan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Sumbawa Syarafuddin.

Kegiatan yang berlangsung secara online dilaksanakan di 7 Provinsi se Indonesia ini merupakan bagian dari ground breaking nasional yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku–Malut, Papua, Nusa Tenggara, dan Jawa.

Program strategis yang diprakarsai oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Danantara Indonesia dan BUMN Pangan, dengan total nilai investasi sebesar 20 triliun ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem perunggasan nasional di luar Pulau Jawa sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Pengembangan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi yang dilaksanakan diberbagai provinsi, salah satunya di provinsi NTB dengan lokasi 3 kecamatan yaitu kematan woja kab. Dompu, kecamatan lopok serta kecamatan moyo hilir kabupaten sumbawa, dirancang untuk mengcover seluruh rantai nilai usaha perunggasan, mulai dari pembibitan ayam (Grand Parent Stock, Parent Stock hingga Final Stock), pembangunan pabrik pakan, penyediaan obat hewan, rumah potong unggas, cold storage, sistem logistik, hingga jaringan pemasaran.

BUMN Pangan berkontribusi sebagai off-taker untuk menjamin penyerapan hasil produksi peternak. Selain itu, pelibatan peternak rakyat, koperasi, dengan target kontribusi sekitar 3 persen dari kapasitas nasional, yang didukung pembiayaan hingga Rp50 triliun. Sehingga program ini menjadi jawaban strategis atas meningkatnya kebutuhan pangan, utamanya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB.

Dalam mendukung percepatan program, selain menyiapkan lahan sekitar 29 ha, pemprov NTB menyediakan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 3 persen yang disubsidi, khususnya bagi sektor peternakan pendukung MBG.

Program ini nantinya akan difokuskan pada penyediaan DOC dan pakan, yang mana kedua aspek tersebut murupakan bagian fundamental yang selama ini menjadi kendala daerah. Dengan kehadiran BUMN, nantinya peternak tidak lagi kesulitan DOC, harga lebih terjangkau, dan usaha menjadi berkelanjutan.

Dengan hadirnya industrialisasi perunggasan terintegrasi, akan mendorong berkembangnya produksi perungasan di provinsi NTB, selian itu program ini akan berkontribusi pula pada pengembangan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, pengurangan ketimpangan kesejahteraan, serta penguatan kemandirian sektor peternakan menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.