Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., memimpin Rapat Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 sekaligus penajaman program penanggulangan kemiskinan Tahun 2026 bersama berbagai NGO dan lembaga mitra pembangunan. Rapat ini menjadi forum koordinasi penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para mitra dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan di Provinsi NTB. Kegiatan bertempat di Ruang Rapat Geopark Bappeda NTB, Kamis 12 Maret 2026.
Dalam paparannya, Kepala Bappeda NTB menyampaikan bahwa angka kemiskinan di NTB dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Per September 2025, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 11,38 persen, turun sekitar 2,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 13,85 persen.
Kepala Bappeda juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam penanggulangan kemiskinan melalui program Desa Berdaya Transformatif. Program ini dirancang untuk memastikan potensi sosial dan ekonomi desa dapat dikelola secara inklusif, menjaga modal sosial masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan guna mendorong percepatan pengurangan jumlah penduduk miskin. Pada tahap awal, intervensi difokuskan pada desa-desa miskin ekstrem dengan pendekatan bertahap, terpadu, dan berbasis bukti yang disesuaikan dengan kondisi lokal.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengidentifikasi 106 desa prioritas penghapusan kemiskinan ekstrem dan 336 desa prioritas penanggulangan kemiskinan absolut di NTB. Pada tahun 2026, intervensi program akan semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan lebih dari 160 mitra pembangunan yang telah tercatat aktif berkontribusi di NTB. Peran mitra diharapkan dapat memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pengembangan potensi unggulan desa.
Melalui rapat evaluasi ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan kemitraan multipihak. Dengan langkah yang terarah, program penanggulangan kemiskinan diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat NTB secara berkelanjutan.