Workshop Isu Strategis Pembangunan Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan dalam Penyusunan RKPD Tahun 2023

Didampingi Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si, membuka Workshop Isu Strategis Pembangunan Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, sebagai masukan dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023. Rapat digelar di Lesehan Hj. Salmah Taliwang, dihadiri berbagai narasumber baik dari pemerintahan, NGO, dan akademisi, Rabu 2 Februari 2022.

Agus Hidyatulloh menyampaikan Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Fasilitas transportasi memungkinkan orang, barang, dan jasa yang diangkut dari satu tempat ke tempat yang lain di seluruh penjuru dunia. Perannya sangat penting baik dalam proses produksi maupun dalam menunjang distribusi komoditi ekonomi. Telekomunikasi, listrik, jalan dan air merupakan elemen yang sangat penting dalam proses produksi dari sektor-sektor ekonomi seperti perdagangan, industri dan pertanian. Keberadaaan infrastruktur akan mendorong terjadinya peningkatan produktivitas bagi faktor-faktor produksi.

Dalam kesempatan itu Kepala Bappeda menyampaikan ada dua tujuan pembangunan yang harus menjadi perhatian kita semua, pertama adalah terwujudnya ketangguhan menghadapi resiko bencana baik pada bencana alam seperti gempa bumi yang sempat melanda NTB maupun bencana pandemi Covid-19. kedua adalah terwujudnya konektifitas antar wilayah untuk peningkatan aksesibilitas dimana daerah yang sulit dijangkau atau daerah yang sulit mendistribusikan produk unggulannya sehingga dapat diakses oleh pasar atau masyarakat dengan mudah.

Anggaran pada bidang infrastruktur mencapai sebanyak 2/3 dari APBD Provinsi, ini menunjukan bahwa bidang infrastruktur memiliki urusan yang besar sehingga harus dikelola secara bersungguh-sungguh agar agenda pemerintah dapat berjalan dan terpenuhi. Dari seluruh tujuan pembangunan yang ditetapkan di dalam RPJMD, yang paling utama adalah meningkatkan kesejahteraan. Saat ini pertumbuhan ekonomi di NTB 2-3% yang biasanya 5-6% itu masih tergolong sedang. diharapkan dengan pembangunan infrastruktur ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena dengan adanya infrastruktur yang baik berakibat baik pula terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga terciptanya lapangan kerja baru, serta menurunkan tingkat kemiskinan dan pendapatan perkapita semakin meningkat. tutup Doktor Iswandi.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MSc., MM., MTP.  menyampaikan kami dalam mendukung visi mewujudkan NTB Gemilang yaitu dapat berfokus pada misi pertama yaitu NTB Tangguh dan Mantap dengan cara penguatan mitigasi bencana dan pengembangan infrastruktur penunjang sektor unggulan  serta konektivitas wilayah. selanjutnya melalui misi kelima yaitu NTB Sejahtera dan Mandiri, yaitu mempercepat penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan pertumbuhan ekonomi inklusif yang bertumpu pada pertanian, pariwisata dan industrialisasi.

Dari dua misi tersebut ada beberapa program strategis dan unggulan dinas PUPR sesuai Peraturan Gubernur Nomor 44 Tahun 2019, antaralain pada program strategis yaitu Pembangunan konektifitas dan aksebilitan wilayah NTB, serta NTB bersih dan berkelanjutan. sedangkan pada program unggulan antaralain Percepatan jalan mantap, Air bersih untuk semua, Irigasi cukup, dan Tataruang berkelanjutan.

Dengan diadakannya kegiatan ini diharapakan menguatkan sinergitas multisector baik dari sisi pemerintah provinsi, maupun mitra-mitra pembangunan terkait sehingga dapat mencapai terwujudnya misi-misi atau program-program strategis maupun unggulan karna semua pihak berkontribusi dalam mewujudkan NTB gemilang. tutup Kepala Dinas PUPR NTB.

#NTBGEMILANG
#NTBTangguhDanMantap
#NTBBersihDanMelayani
#NTBSehatDanCerdas
#NTBAsriDanLestari
#NTBSejahteraDanMandiri
#NTBAmanDanBerkah