BIDANG LITBANG BAPPEDA NTB ADAKAN SEMINAR DEWAN RISET DAERAH ANGKAT TEMA NTB GEMILANG

Webinar Seri ke-4

Dewan Riset Daerah Provinsi NTB Masa Bakti Tahun 2020-2024

Tema NTB Gemilang : Pembangunan Berbasis Sains

 

  1. Pendahuluan

Dewan Riset Daerah (DRD) sangat penting keberadaanya dalam perencanaan pembangunan daerah karena memiliki peran strategis untuk memberikan bahan-bahan pertimbangan dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan suatu daerah. Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Riset memiliki landasan hukum jelas, yakni Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Selama ini peran akademisi dalam rangka mendukung pembangunan daerah belum dioptimalkan dengan baik. Hasil penelitian yang dilakukan oleh kalangan akademisi sama sekali belum mendapat ruang khusus dari pemerintah daerah, padahal seharusnya pemerintah daerah perlu mengakomodir hasil penelitian dari para akademisi yang hasilnya berkenaan dengan daerah dimaksud. Akibatnya hasil penelitian akademisi hanya selesai pada luaran yang diterbitkan dalam jurnal ataupun dimanfaatkan oleh pengusaha untuk dijadikan referensi pengembangan usahanya.

Pasal 13 ayat 1 disebutkan bahwa pemerintah mendorong kerja sama antara semua unsur kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Sinergi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan kalangan akademisi perlu dilakukan, khususnya dalam hal menyusun rencana pembangunan daerah dan menciptakan inovasi yang diharapkan masyarakat dalam segala sector. Dari berbagai sektor yang ada, nantinya Dewan Riset Daerah (DPD) akan memilah, sektor strategis yang perlu didahulukan dan sesuai dengan visi dan misi pembangunan yang ingin dicapai oleh kepala daerah. DRD diharapkan memiliki kontribusi besar dalam menentukan arah pembangunan suatu daerah. Salah satunya sinergi antara birokrasi dan akademisi serta masyarakat dalam menentukan arah pembangunan melalui hasil kajian bersama, transfer pengetahuan dan kolaborasi kemampuan dari latar belakang keilmuan dan pengetahuan yang berbeda.

Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 44 Tahun 2019 tentang Program Strategis dan Unggulan Daerah dalam Pencapaian Indikator Kinerja Utama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019-2023, dijelaskan bahwa maksud dan tujuan ditetapkannya  Peraturan Gubernur adalah untuk mempertegas acuan dan pedoman bagi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTB dalam pencapaian misi pembangunan, merencanakan, melaksanakan dan monitoring dan evaluasi program strategis dan program unggulan, program/kegiatan urusan dan program/kegiatan rutin untuk pencapaian Indikator Kinerja Utama Daerah sesuai RPJMD Provinsi NTB Tahun 2019-2023. Program strategis sebagaimana yang dimaksud terdiri dari : 1). Pariwisata andalan dan strategis; 2). Industrialisasi; 3). Pengembangan daya saing SDM; 4). NTB ramah investasi; 5). Pembangunan konektivitas dan aksesibilitas wilayah NTB; dan 6). NTB bersih dan berkelanjutan.

Dua bencana beruntun melanda Provinsi NTB, yaitu bencana alam gempa bumi pada Agustus 2018 dan bencana non alam pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 hingga saat ini. Tetap Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) berhasil meretas tantangan dibalik musibah itu dan mampu menemukan peluang untuk membangun NTB selama dua tahun masa kepemimpinannya. Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan bahwa dengan tantangan-tantangan tersebut yang dihadapi, selalu ada hikmah dan berkah yang luar biasa untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Pencapaian berbagai program strategis dan unggulan NTB semua sudah “on the right track” (dijalan yang benar), berbagai inovasi-inovasi juga lahir dalam upaya percepatan pemulihan pasca bencana, bahkan Pemerintah Pusat mengapresiasi Provinsi NTB sebagai salah satu provinsi terbaik dalam pemulihan pasca bencana gempa bumi tahun lalu. Setahun kemudian, belum sempat menikmati hasil positif pasca pemulihan akibat gempa bumi, NTB khususnya dan Indonesia pada umumnya kembali dikejutkan dengan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia. Antisipasi dari dampak pandemi itu, Pemerintah Provinsi NTB telah merumuskan kebijakan-kebijakan yang difokuskan pada penanganan kesehatan dan dampak sosial ekonomi masyarakat. Program JPS Gemilang yang telah diluncurkan menggunakan produk-produk lokal masyarakat sehingga dapat menjadi inspirasi di tingkat nasional.

Walapun pandemi Covid-19 masih mewabah sampai dengan saat ini, beberapa program-program unggulan NTB sudah mulai dapat terwujud, salah satu di antaranya adalah revitalisasi posyandu menjadi posyandu keluarga. Dari 7.800 lebih posyandu yang ditargetkan di seluruh NTB, hingga tahun 2020 sudah mencapai 1800 lebih posyandu yang berhasil direvitalisasi menjadi posyandu keluarga. Begitu juga pembentukan Pokja dari 995 desa di NTB yang sudah terbentuk sebanyak 556 desa. Program unggulan NTB bebas sampah (Zero Waste) dalam hal ini NTB Zero Waste maupun NTB hijau merupakan program yang banyak mendapatkan dukungan dan pastisipasi berbagai kalangan masyarakat. Tidak sedikit desa-desa di NTB yang berlomba menyulap desa mereka menjadi desa yang asri dan lestari. Penyediaan bank sampah hampir ada di setiap desa, sebagian besar masyarakat juga berhasil mengolah sampah menjadi berkah yang memiliki nilai ekonomis. Sinergi dari masyarakat dan semua pihak yang senantiasa mendukung pembangunan di NTB adalah kunci untuk keberhasilan.

Dalam implementasi program strategis industrialisasi pimpinan daerah sukses mewacanakan dan menjadikan diskursus industrialisasi ini menjadi konsumsi public. Sehingga banyak orang berbicara industrialisasi dan mulai memproduksi. Momentum industrialiasi ini juga didukung oleh masa pandemi Covid-19. Pemerintah Provinsi NTB membuat kebijakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dengan menggunakan produk local sehingga mampu menggairahkan produk lokal. Tata kelola JPS Gemilang ini bisa menjadi contoh baik untuk peningkatan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke depannya, apabila dibuat jadi tata aturan untuk pengembangan industri yang sudah diletakan fondasinya secara bagus seperti saat ini. Program strategis industrialisasi juga telah menginisiasi munculnya motor listrik dan beberapa produk lainnya yang mencuat ke permukaan.

Ada beberapa hal yang sebenarnya paling penting dari industrialisasi itu, jika dari hulu sampai hilirnya bisa mengakomodir banyak sumber daya local, baik tenaga kerja, maupun sumber daya bahan bakunya. Bila produk lokal dari NTB bisa didorong menjadi sumber industrialisasi, maka persoalan daerah soal pengangguran, kekurangan lapangan kerja dan stabilisasi bisnis bisa terjamin. Beberapa hal yang masih perlu dibenahi Pemerintah Provinsi NTB terkait bidang ekonomi yaitu perlu mengintensifkan pengelolaan aset. Ada beberapa aset yang belum dimanfaatkan, walaupun sudah diberikan hak guna usaha kepada investor, untuk itu pemerintah provinsi perlu lebih selektif memilih investor yang masuk. Perlu diperhatikan juga agar para investor yang datang membawa modal, membangun pabrik atau membangun bisnis di NTB, dapat memanfaatkan tenaga kerja dan harus bisa mentransfer teknologi yang dimilikinya ke masyarakat lokal.

Potensi sumber daya alam di NTB yang melimpah dan menjadi kebutuhan primer juga perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, salah satunya pada sector kelautan. Masih belum terdengar lompatan jauh di bidang kelautan terkait industrialisasi. Provinsi NTB mempunyai potensi laut yang luar biasa seperti di Pulau Sumbawa ada Teluk Saleh dan Teluk Bima. Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan enam model prioritas pengembangan pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di provinsi itu. Sektor pariwisata memiliki peran strategis karena dapat mendorong peningkatan pendapatan, membuka lapangan kerja, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, dan seimbang serta inklusif. Program strategis pengembangan pariwisata NTB ini tertuang dalam visi misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB Tahun 2019-2023. Program strategis pengembangan pariwisata NTB ini sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 7 tahun 2013 tentang Rencana Induk Pariwisata Daerah (Riparda) Tahun 2013-2028 yang menekankan pada empat aspek pembangunan kepariwisataan daerah, yaitu destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata dan organisasi kepariwisataan.

Dalam rangka mendukung implementasi program strategis daerah tersebut di atas, DRD Provinsi NTB dalam rencana kerja Tahun 2020 ini melalui Bappeda Provinsi NTB akan mengadakan kegiatan seminar berseri melalui webinar dengan mengambil tema NTB Gemilang.

 

 

 

 

  1. Tujuan
  2. Memberikan saran dan masukan terhadap implementasi program strategis daerah;
  3. Meningkatkan koordinasi antar stakeholders dalam percepatan pencapaian tujuan program strategis daerah sesuai dengan kewenangan dan kebijakannya;
  4. Mengeksplorasi gagasan dari seluruh stakeholder untuk memastikan agara program strategis daerah yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan dengan baik dan tepat sasaran.

 

  1. Keluaran

Keluaran yang diharapkan dari seminar berseri ini adalah :

  1. Meningkatnya pemahaman seluruh stakeholders terhadap program strategis daerah yang telah diimplementasikan baik dari sisi model, lokasi dan sasaran penerima manfaat program;
  2. Pokok-pokok pikiran dari narasumber dan stakeholder terkait permasalahan implementasi program strategis dan unggulan yang telah ditetapkan;
  3. Memberikan saran dan masukan kepada Perangkat Daerah Provinsi NTB yang mengimplementasikan program strategis dan unggulan daerah sehingga dapat berjalan dengan baik sesuai tujuan.

 

  1. Metode
  2. Seminar berseri ini dilaksanakan menggunakan model lokakarya virtual yang disesuaikan dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19;
  3. Seminar berseri ini akan menghadirkan narasumber dari unsur Pemerintah, Pemerintah Provinsi NTB, DRD Provinsi NTB dan akademisi;
  4. Menggunakan Zoom Meeting yang akan difasilitasi oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi NTB, dimana zoom ini adalah platform komunikasi tertutup yang digunakan oleh Bappeda Provinsi NTB untuk Rapat Virtual;
  5. Peserta yang join akan di data identitas dirinya untuk dicatat dalam daftar hadir;
  6. Narasumber akan menyampaikan materi dan kemudian tanya jawab akan dilakukan secara tertulis dan/atau lisan dan dipandu oleh seorang moderator/host dari Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi NTB.

 

  1. Narasumber

Narasumber seminar berseri ini antara lain :

  1. Universitas Mataram;
  2. Dewan Riset Daerah Provinsi NTB;
  3. Sumbawa Science Techno Park Universitas Teknologi Sumbawa;
  4. Science Techno Industrial Park Banyumulek.

 

 

  1. Peserta Seminar

Peserta seminar berseri ini berasal dari unsur :

 

Pemerintah Provinsi NTB :

  1. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda. Provinsi NTB;
  2. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda. Provinsi NTB;
  3. Asisten Administrasi dan Umum Setda. Provinsi NTB;
  4. Kepala BAPPEDA Provinsi NTB;
  5. Kepala BPKAD Provinsi NTB;
  6. Kepala BAPPENDA Provinsi NTB;
  7. Kepala BPSDM Provinsi NTB;
  8. Kepala BKD Provinsi NTB;
  9. Kepala BAKESBANGPOLDAGRI Provinsi NTB;
  10. Kalakhar BPBD Provinsi NTB;
  11. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB;
  12. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB;
  13. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB;
  14. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB;
  15. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB;
  16. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB;
  17. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transimigrasi Provinsi NTB;
  18. Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi NTB;
  19. Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB;
  20. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB;
  21. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB;
  22. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB;
  23. Kepala Dinas ketahanan Pangan Provinsi NTB;
  24. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB;
  25. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB;
  26. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB;
  27. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB;
  28. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB;
  29. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB;
  30. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB;
  31. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB;
  32. Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB;
  33. Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi NTB;
  34. Kepala Bidang Evaluasi dan Pelaporan Bappeda Provinsi NTB;
  35. Kepala Bidang PP Ekonomi Bappeda Provinsi NTB;
  36. Kepala Bidang PWPI Bappeda NTB;
  37. Kepala Bidang PP Sosial Bappeda NTB;
  38. Kepala Subbidang Penelitian dan Pengembangan Ekonomi dan Wilayah pada Bappeda Provinsi NTB
  39. Kepala Subbidang Penelitian dan Pengembangan Sosial Budaya pada Bappeda Provinsi NTB;
  40. Kepala Subbidang Penelitian dan Pengembangan Informasi Geospasial pada Bappeda Provinsi NTB;
  41. Pejabat Fungsional Perencana Bappeda Provinsi NTB

 

Pemerintah Kabupaten/Kota :

  1. Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Provinsi NTB.

 

Akademisi/Lembaga Penelitian :

  1. Konsorsium Riset SDGs Nusa Tenggara;
  2. Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi NTB;
  3. UNRAM;
  4. UMMAT;
  5. UIN;
  6. UTS Sumbawa;
  7. Universitas Hamzanwadi;
  8. Politeknik Pariwisata Lombok.

 

           NGO :

  1. UNICEF;
  2. UNDP
  3. KOMPAK;
  4. PRISMA;
  5. GIZ;
  6. PHRI;
  7. MITRA SAMYA;
  8. Lembaga Pengembangan dan Sumber Daya Mitra.

 

 

  1. Jadwal, Waktu dan Tempat

Jadwal : Selasa, 15 Desember 2020

Waktu   : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : Ruang Kerja PD/Lembaga/Instansi masing-masing.

 

 

 

 

  1. Tentatif Jadwal

 

Waktu Kegiatan Pelaksana/Narasumber Penanggung Jawab/Moderator
08.30-09.00 Panitia membuka ruang zoom meeting untuk registrasi peserta dan cek narasumber   Panitia
09.00-09.30 Pembukaan :

–   Pengantar Kepala Bappeda Provinsi NTB

–   Sambutan Sekretaris Daerah Provinsi NTB

–   Keynote Speech Ketua DRD Provinsi NTB

 

Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si.

Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si

Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., Ph.D.

Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA

(Sekretaris DRD Provinsi NTB)

09.30-09.50 Pemaparan Materi oleh :

1.   Presentasi Capaian Kinerja NTB Gemilang oleh Kepala BAPPEDA Provinsi NTB

Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si. Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA

(Sekretaris DRD Provinsi NTB)

09.50-10.10 2. Presentasi Peran Perguruan Tinggi Dalam Mendukung Pencapaian NTB Gemilang oleh Ketua LPPM UNRAM Muhamad Ali, S.Pt., M.Si., Ph.D. Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA

(Sekretaris DRD Provinsi NTB)

10.10-10.30 3. Presentasi Peran dan Kontribusi Science Techno Park Dalam Rangka Akselerasi Industrialisasi di Provinsi NTB oleh STP UTS dan STIP Banyumulek Dr.Arif Budi Witarto, B.Eng., M.Eng.,

M. Khairul Ikhwan, MT

Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA

(Sekretaris DRD Provinsi NTB)

10.30-10.50 4. Presentasi Logic Model of Change for NTB Gemilang 2023 oleh Komisi I DRD Provinsi NTB Dr. Ketut Puspadi Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA

(Sekretaris DRD Provinsi NTB)

10.50-11.20 Tanggapan Pemaparan oleh Pembahas dari Universitas Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram dan Universitas Hamzanwadi Dr. M. Firmansyah, SE., M.Si

Dr. Kadri, M.Si

Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum.

Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA

(Sekretaris DRD Provinsi NTB)

11.20-11.45  

Dialog interaktif antara narasumber dengan seluruh peserta

 

Moderator Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA

(Sekretaris DRD Provinsi NTB)

11.45-12.00 Penutup :

–          Pembacaan kesimpulan dan rencana tindak lanjut)

 

Moderator

Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA

(Sekretaris DRD Provinsi NTB)

 

#dewanrisetdaerah

#researchbasedpolicy