1xbet supertotobet

Symposium ke-6 APGN 2019, Apa itu ?

Simposium Asia Pasific Geoparks Network (APGN) yang akan dihelat di Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark 31 Agustus s/d 6 september 2019 mendatang merupakan agenda pertemuan rutin 2 tahunan jaringan  geopark se-Asia Pasific.  Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark akan menjadi tuan rumah simposium yang ke-6 setelah sebelumnya dilaksanakan secara bergiliran setiap 2 tahun di Geopark yang telah menyandang status Global Geopark UNESCO. Sejarah penyelenggaraan simposium  diawali dengan penyelenggaraan Simposium I di Langkawi Global Geopark – Malaysia tahun 2009, Symposium II tahun 2011 diselenggarakan di Dong Van Karst Plateau Global Geopark – Vietnam, Symposium III tahun 2013 dilaksanakan di Jeju Global Geopark – Korea Selatan, Symposium IV tahun 2015 diselenggarakan di San’in Kaigan Global Geopark – Jepang, Symposium V tahun 2017 silam dilaksanakan di Zhijindong Cave Global Geopark – China. Penunjukan Rinjani Lombok UGGp sebagai tuan rumah Simposium ke-6 APGN merupakan hasil keputusan APGN Advisory Committee di Zhijindong Cave Global Geopark yang mana pada saat itu ditandai dengan penyerahan secara simbolis bendera APGN yang diterima oleh Pak H. Rosiady Sayuti selaku Sekda Provinsi NTB saat itu.

sekda terima bendera apgn
Saat ini tercatat ada 59 geopark yang telah menyandang status Global Geopark UNESCO yang tergabung dalam jaringan APGN yang berasal dari 8 Negara termasuk didalamnya 4 geopark dari Indonesia yakni Batur UGGp, Gunung Sewu UGGp, Ciletuh-Palabuhan Ratu UGGp dan Rinjani Lombok UGGp. Selain itu, Geopark yang belum menyandang status UNESCO Global Geopark  yang ada di wilayah Asia Pasific tidak kurang berjumlah sekitar 300 geopark juga berpotensi untuk hadir sebagai peserta di Rinjani Lombok September mendatang. Di tahap persiapan awal saat ini aktivitas publikasi diprioritaskan sekretariat panitia untuk menyebarkan undangan secara online ke seluruh geopark di Asia Pasifik dan geopark nasional Indonesia. Khusus di dalam negeri, selain pengelola geopark panitia juga mengundang kampus-kampus dan instansi pemerintah di tingkat pusat dan daerah yang memiliki keterkaitan dengan geopark seperti Taman nasional, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Bappeda pemda tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga dari total undangan sejumlah 362 yang disebar panitia di tingkat nasional dan tidak kurang dari 300 geopark di wilayah Asia Pasifik, diharapkan target 800-1000 peserta dapat dicapai.

APA KEUNTUNGAN MENJADI TUAN RUMAH SIMPOSIUM APGN 2019 ?

  1. Peluang Ekonomi. Selain bawa diri, para peserta juga akan bawa fulus yang akan dibelanjakan. Secara ekonomi tentu akan memberikan dampak langsung kepada pengelola hotel, pelaku tour & travel, industri kecil dan menengah dalam penyediaan souvenir dan aneka barang dan jasa lainnya.
  2. Promosi Wisata. Peluang untuk memperkenalkan lebih jauh kepada masyarakat internasional tentang kekayaan geopark rinjani, dengan segenap potensi alam, budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat yg ada didalamnya. Secara resmi Lokasi penting yang akan dikunjungi oleh peserta diantaranya adalah Gili Trawangan, Sembalun Bumbung, Sembalun Lawang, Air Terjun di Senaru, Air Terjun di Aik Berik, Desa Adat Gumantar, Pura Lingsar, Taman Narmada. Selain acara formal, terbuka peluang bagi peserta disela kegiatan symposium untuk mengunjungi obyek wisata lainnya seperti kawasan pantai selatan dan obyek lainnya. Untuk daerah kita yang sedang berusaha bangkit pasca bencana, momen ini harus dimaksimalkan untuk mengangkat citra kita sebagai daerah wisata yang indah aman dan mengesankan.
  3. Networking. Para peserta yang akan mengikuti simposium dari kawasan asia pasifik ini memiliki latar belakang yang beragam. Mulai dari peneliti, akademisi, pegiat lingkungan, pengelola geopark, pengusaha, pejabat birokrat dan mahasiswa. Sehingga kedatangan mereka selain untuk tujuan utama mengikuti simposium, juga tentu akan berinteraksi dengan peserta lain untuk membangun relasi baru dan jaringan baru dibidang akademik maupun bisnis sesuai dengan bidang masing-masing.
  4. Pertukaran Pengetahuan. Kegiatan simposium ini sejatinya adalah wadah pertukaran ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh para pengelola Geopark di kawasan Asia Pasifik. Best practice pengelolaan geopark maupun hasil-hasil kajian, telaahan dan penelitian di berbagai negara tentang tema geopark akan dipresentasikan dan didiskusikan secara terbuka. Hasilnya akan didokumentasikan untuk menjadi bahan studi lebih jauh bagi para pihak yang berkepentingan.

Demikian sekilas tentang Asia Pasific Geopark Network Simposium. Mari bersiap menjadi tuan rumah yang baik. Dong ayok ! (ramli/BP-RLUGG).