Sudah 2000 Pelajar di Lombok Ikut Gerakan Pelajar Menanam Pohon, Walau….

Tim Liputan : Sofhi N.P, Paras Ayu, Nunung S. 

Pada hari Sabtu, 11 Januari 2020 Tim Geopark Rinjani Lombok mengunjungi Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara tepatnya di Dusun Santong Barat. Kedatangan tim Geopark ke Desa Santong guna mendistribusikan bibit sekaligus melanjutkan pelaksanaan  program “Gerakan Pelajar Menanam Pohon” yang sudah berlangsung sejak bulan Desember 2019 lalu. Pondok Pesantren Bayyinul Ulum yang memiliki  santri 500 orang murid Tsanawiyah dan 200 orang murid Madrasah Aliyah, menjadi sekolah selanjutnya yang ikut berpartisipasi dalam program ini setelah sebelumnya telah dilakukan di SMP 18 Mataram, SMAN 1 Mataram,  Taman Kanak-Kanak, MI, Tsanawiyah dan MA NW Tanak Beak – Lombok Tengah, SMAN 1 Batulayar – Lombok Barat, SDN 3 Setanggor – Lombok Timur, SDIT Usman Bin Affan Masbagik – Lombok Timur, Desa Batukuta Kecamatan Lingsar – Lombok Barat, Madrasah Aliyah di Kerandangan – Lombok Barat, Karang Taruna Pelangan, MI Miftahul Ulum – Sekotong, Kelompok Ekowisata Mangrove – Sekotong yang bila ditotal keseluruhan pelajar dan kelompok yang telah ikut berpartisipasi dalam gerakan ini telah mencapai sekitar 2000 orang.

Dalam kesempatan tersebut, bibit diterima langsung oleh  Kepala Sekolah MA Bayyinul Ulum didampingi para staf pengajar lainnya yang  terlibat langsung dalam proses penurunan bibit pada hari itu. Kurang lebih 1000 bibit pohon yang terdiri dari pohon mahoni, sengon, gamelina, jambu mete, nangka dan asem ditanam secara serentak oleh para pelajar yang dibantu oleh mahasiswa KKN UNRAM dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dimotori oleh ibu Gangga Niasih. Para pelajar, mahasiswa dan masyarakat pada hari itu semua terlihat   antusias dan bersemangat melakukan penanaman bibit pohon yang diambilkan dari pusat pembibitan BP-DAS Dodokan Moyosari di Desa Pringgabaya itu. Lokasi penanaman pada hari itu berada di sekitar area Bendungan Santong. Mereka beramai-ramai ikut mengantar, menurunkan bibit dan saling membantu dalam proses menanam, sebagian bibit yang tidak ditanam hari itu kemudian dibawa pulang oleh para pelajar dan masyarakat untuk ditanam di rumah dan kebun mereka masing-masing.

Melihat respon positif   para pelajar di pulau Lombok terhadap program “Gerakan Pelajar Menanam Pohon”, Tim Geopark Rinjani Lombok menjadi semakin terpacu untuk terus mengajak sekolah-sekolah lain  untuk turut berpartisipasi mendukung kegiatan ini walau hadiah yang dijanjikan  tidaklah muluk-muluk karena memang untuk membiayai kegiatan ini berasal dari swadaya masyarakat yang digalang oleh tim DPH Geopark Rinjani Lombok melalui keuntungan penjualan tote bag ramah lingkungan. Diharapkan kegiatan ini akan bisa terus berlanjut dan bukan sekedar kegiatan seremonial pencitraan semata walaupun dengan dana minim. Tim DPH Geopark Rinjani Lombok bulan April mendatang akan melakukan kegiatan lanjutan yakni berupa evaluasi dan penilaian terhadap pohon-pohon yang telah ditanam oleh para pelajar. Untuk pohon-pohon yang berhasil tumbuh dengan baik dan dirawat dengan sungguh-sungguh, para pelajar akan diberikan reward berupa hadiah-hadiah menarik. Sebagai penyemangat dan secara perlahan tapi pasti membangun kesadaran mereka akan arti pentingnya kelestarian lingkungan untuk masa depan yang asri, lestari dan menyejahterakan.  (ram/BP-RLUGGp).