Selesaikan Masalah Di Tapak, Pemprov NTB Intens Persiapkan Jumat Salam

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si., menjadi narasumber dalam Rapat Persiapan dan Perumusan Kegiatan Jumat Salam, yang dipimpin langsung oleh Pj. Sekda NTB Drs. H. Fathurrahman, M.Si. Dihadiri oleh perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB, rapat ini bertempat di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur, Jumat 13 Oktober 2023.

Dalam pembukaannya Pj. Sekda menyampaikan bahwa Jumat Salam merupakan akronim dari “Jumpai Masyarakat Selesaikan Aneka Permasalahan”. Merupakan kegiatan dari Pemerintah Daerah untuk hadir ditengah masyarakat. Menyapa masyarakat dengan santai, serius, sukses dan membahas persoalan-persoalan yang ada di desa. Agar dapat diidentifikasi terkait masalah yang dihadapi sehingga menjadi sebuah masukan untuk dijadikan sebuah kebijakan dan sebagainya oleh Pemerintah Daerah.

Akan berlangsung selama satu tahun dengan melibatkan sekitar 41 OPD. Pj Sekda sampaikan diperlukannya persiapan. “1.021 Desa dan 117 Kecamatan di NTB, ini yang perlu kita pikirkan dari bentuk sebaran. Apakah akan melibatkan instansi vertikal lain dan sebagainya”, pungkasnya.

Menurutnya OPD yang bertugas diharapkan mampu memetakan potensi local dari setiap desa. Hal ini yang nantinya akan diintervensi dan dikawal secara tepat juga terus-menerus. “Sehingga harapannya di kecamatan atau di desa tersebut terbentuk kegiatan positif yang dapat meningkatkan penurunan stunting, menurunkan angka kemiskinan, menurunkan jumlah pengangguran dan lain-lain. Dalam hal ini juga dibutuhkan role model untuk bisa ditiru sebagai contoh oleh desa-desa lain”, lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda NTB, Dr.Iswandi juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan Jumat Salam akan disusun Ingub atau Instruksi Gubernur sebagai pedoman pelaksanaan.

“Melalui Ingub ini secara umum akan memerintahkan setiap Perangkat Daerah Provinsi bersama instansi vertikal, BUMN/BUMD dan Mitra Pemerintah untuk hadir ke desa-desa, menyelesaikan berbagai isu yang dihadapi masyarakat. Tiga yang utama adalah percepatan penurunan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrim dan peningkatan produktifitas penduduk. Dilakukan secara efektif terhadap kelompok sasaran yang telah ditetapkan by name by address,” ujarnya.

Sejalan dengan tiga isu strategis nasional. Menurutnya kegiatan Jumat Salam ini mendukung pencapaian target nasional, antara lain; 1) Percepatan penurunan stunting menuju 14% pada tahun 2024; 2) Penghapusan kemiskinan ekstrim menuju Nol tahun 2024, dan; 3) Peningkatan produktifitas daerah yang semula 2,7% menjadi 4,1% terhadap PDB Nasional. “Ketiga Isu Strategis Nasional ini berpusat di Desa, sehingga untuk mengatasi lokusnya dimulai dari level desa,” pungkasnya.