Geopark Tambora

GAMBARAN UMUM :

Geopark Tambora merupakan salah satu geopark yang berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menyusul Geopark Rinjani, status Tambora sebagai Geopark Nasional telah ditetapkan pada tanggal 20 November 2017 oleh Komite Nasional Geopark Indonesia, Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia. Berdasarkan keputusan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa NTB merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki dua geopark yang berskala nasional.
Berlokasi di dalam wilayah Pulau Sumbawa, secara administratif Geopark Tambora terletak diantara dua kabupaten yaitu Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu yang mecakup masing-masing dua kecamatan dari tiap kabupaten. Di Kabupaten Bima, Geopark Tambora berada di wilayah Kecamatan Sanggar dan Tambora, sedangkan di Kabupaten Dompu termasuk dalam Kecamatan Kempo dan Pekat. Kawasan Geopark tambora ini juga mencakup Pulau Satonda di sebelah utaranya. Memiliki luas sebesar 2.130 km2, Geopark Tambora berbatasan dengan beberapa lokasi dibawah ini.
Utara : Laut Flores
Timur : Kabupaten Bima
Selatan : Teluk Saleh
Barat : Kabupaten Sumbawa

Secara geografis, Geopark Tambora berada pada posisi 8°5’-8°35’ Lintang Selatan dan 117°40-118°20’ Bujur Timur, sedangkan posisi kaldera, berada pada 08o 15’ Lintang Selatan dan 118o 00’ Bujur Timur.

Secara umum Geopark Tambora didominasi oleh Gunung Api Tambora yang merupakan gunung api aktif, dengan ketinggian ±2.851 mdpl dengan diameter kaldera sekitar ±7km. Adapun bentang alam kawasan Geopark Tambora dicirkan oleh morfologi gunung api Kuarter-Resen di bagian tengah kawasan, sedangkan disepanjang pesisir termasuk dalam morfologi dataran.

Struktur Pengelola Geopark Tambora :
1. Pembina : Gubernur NTB
2. General Manager : Ir. Ridwan Syah, M.Sc., MM., M.Tp
3. Manager
4. Ketua Sekretariat

Alamat Kantor :

Kantor Bappeda Provinsi NTB, Sekretariat Geopark Tambora,
Jln. Flamboyan No. 2 – Mataram.
Email : geoparkgunungtambora@gmail.com