Satukan Persepsi, Bappeda NTB Inisiasi Kick Off Meeting Penyelarasan RPJPN dan RPJPD NTB

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si sampaikan sambutan sekaligus paparan dalam Workshop Kegiatan Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berlangsung di ruang rapat Geopark kantor Bappeda Provinsi NTB, kegiatan ini dihadiri oleh Perangkat Daerah NTB tingkat Provinsi dan seluruh Bappeda Kabupaten/Kota di NTB. Senin 23-24 Oktober 2023

Menghadirkan banyak narasumber dari Pemerintah Pusat. Menurutnya kegiatan kick off meeting hari ini penting untuk menyamakan persepsi kearah mana pembangunan nasional dalam RPJPN 2025-2045. Merupakan rencana pembangunan jangka panjang, dua puluh tahun kedepan. Dalam proses penyusunannya dibutuhkan keterlibatan banyak pihak. Baik Pemerintah, akademisi, para pelaku dunia usaha maupun penerima manfaat pembangunan. “Saya harap, kita mampu mendekatkan antara harapan dengan apa yang direncanakan”, ujarnya.

Ditargetkan akan melaksanakan musrenbang RPJPD Provinsi pada Bulan Maret tahun depan, Kepala Bappeda NTB sampaikan setelahnya akan dilanjutkan dengan penyusunan RPJMD NTB 2025-2029. “Kedua dokumen ini harus kita selesaikan sebelum pemilukada serentak tahun 2024, begitu juga dengan Kabupaten/Kota. Ini akan menjadi dokumen yang digunakan calon kepala daerah untuk menyusun visi-misinya,” imbuhnya.

Diawali dengan evaluasi, Doktor Iswandi jelaskan dalam penyusunan RPJPD dilakukan melalui banyak focus Group Discussion (FGD), antara lain; FGD Youth Generation Planning Forum, FGD Mitra Pembangunan, FGD Dunia Usaha, FGD Pemberdayaan Perempuan dan Disabilitas, FGD Internasional, FGD Pemerintah Pusat, FGD daerah perbatasan (Bali, NTT, Sulsel dan Jatim), FGD Kab/Kota, FGD Perangkat Daerah Pemprov.

Selain evaluasi, penyusunan RPJPD juga harus dipastikan selaras dengan target pembangunan nasional. Oleh karena itu Kepala Bappeda NTB harapkan adanya dukungan tim ahli. Bagaimana NTB dapat mendukung pencapaian target nasional. Dimana lima indikator sasaran visi Indonesia Emas tahun 2045, antara lain; Mencapai pendapatan per kapita setara negara maju, kemiskinan menuju 0% dan ketimpangan berkurang, kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional meningkat, daya saing sumber daya manusia meningkat, dan intensitas emisi GRK menurun menuju net zero emission.