Rencana Pengembangan Industri Otomotif dan Optimalisasi Pengolahan Limbah B3

Memilik kawasan industri menjadi impian bagi setiap daerah karena akan mendorong peningkatan perekonomian dan mampu memacu perkembangan suatu daerah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu keinginan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk membangun sebuah kawasan industri  agaknya bukan sekedar mimpi di siang bolong tetapi obsesi itu bisa diwujudkan, karena di “Bumi Gora” masih tersedia lahan yang cukup luas dan ketersediaan bahan baku cukup melimpah.

Daerah yang memiliki kawasan industri akan berkembang lebih cepat dan pada umumnya akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak dan akan menarik magnet investasi.

Hari ini Bappeda NTB memfasilitasi Rapat bersama PT. NIU Produsen Motor Listrik dan PT Indomedik Niaga Perkasa (Perusahaan Jasa Pengolahan Limbah B3) dihadiri oleh BUMD Gerbang NTB  Emas, Dinas Perindustrian, Dinas Perhubungnan dan Stakeholeder terkait.r

Rapat ini dipimpin oleh Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi Nuryanti SE.ME.

“Kondisi ekonomi NTB secara umum,khususnya non tambang cukup memprihatinkan pasca gempa 2018, salah satu sektor yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi adalah pengembangan industrialisasi”. Ungkapnya.

“Angka kemiskinan NTB masih cukup tinggi sekitar 14 persen, salah satu penyebabnya adalah upah yang belum cukup mengangkat. Penghasilan dibawah 400 ribu perkapita termasuk miskin. Tingkat upah di NTB sebagian besar belum menyentuh UMR. Solusi selain program kemiskinan adalah industrialisasi salah satu sektor untuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi.” Lanjutnya.

5

“Terkait industrialisasi NTB, pada tahun 2018 Indonesia sudah meluncurkan marking industrialisasi. Di NTB ada 4 industri, mulai dari penataan sektor hulu (pertanian : kualitas bahan baku sangat menentukan), sentra IKM dan permesinan, industria olahan hasil perkebunan dan HHBK dan industry garam. Dinas Kehutanan sudah menanam pohon-pohon untuk industrialisasi.Garam merupakan salah satu komiditi di NTB. Semua kegiatan industrialisasi dimulai dengan menggunakan permesinan yang dibuat oleh IKM-IKM yang ada di NTB”.

Pengembangan kawasan industri di NTB juga perlu didukung dengan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal ini menjadi perhatian penting bagi pengelola kawasan industri karena untuk menciptakan tata ruang dan infrastruktur yang ramah lingkungan, aman dan nyaman dalam berusaha.

Dalam Rapat ini PT Indomedik Niaga Perkasa memaparkan tentang Profesionalisme mereka dalam Pengolahan Limbah B3 utamanya Limbah B3 Dari Rumah Sakit Sementara PT. NIU Produsen Motor Listrik memaparkan juga betapa pentingnya motor listrik ini untuk mendukung program pemprov di bidang lingkungan.

Kesimpulan dari Rapat ini:

  1. Akan ada tindak lanjut untuk pertemuan dengan Gubernur yang dihadiri dari unsur Bappeda, Dinas Perindustrian, Dinas Perhubungan dan PT. GNE kaitannya dengan industrialisasi
  2. Melihat kembali Perda dan turunanya khususnya untuk regulasi kendaraan listrik.