Perempuan dan Perubahan Iklim

Suryani Eka Wijaya, Ph.D, Fungsional Perencana Ahli Madya Bappeda NTB mengikuti virtual event The Important Role Of Women Of Women In Climate Change Mitigation, 6 April 2022.

Dr. Dewi Kirono dari principil scientist CSIRO menjelaskan peran perempuan dalam melakukan riset kolaborasi tentang perubahan iklim. Salah satu penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang perubahan iklim untuk ketahanan air di Makassar dan Mamminasata. Hal yang ditemukan dalam riset ini adalah permasalahan ketahanan air masih dan akan terus terjadi di masa mendatang, untuk itu dibutuhkan banyak aspek untuk menyelesaiakannya, tidak hanya infrastruktur.

Anjarwati, S.Si, M. Env dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari Jawa Timur. Mengangkat tema kebijakan pemerintah dalam mitigasi perubahan iklim. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi semua konvensi tentang perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca. Khusunya Provinsi Jawa Timur, berkomitmen menurunkan Gas Emisi Rumah Kaca sebesar 29,07 %. “Banyak program yang dilakukan untuk mencapainya, salah satunya adalah industrialisasi hijau,” ujar anjarwati.

“Bagaimana peluang pengembangan riset dampak perubahan iklim di NTB”, tanya Suryani dalam sesi tanya jawab. Potensi risetnya sangat tinggi, karena NTB adalah wilayah terkering di Indonesia”, tandas Dewi.

#NTBGEMILANG
#NTBTangguhDanMantap
#NTBBersihDanMelayani
#NTBSehatDanCerdas
#NTBAsriDanLestari
#NTBSejahteraDanMandiri
#NTBAmanDanBerkah