Penandatangan Nota Kesepahaman Promosi Ketenangakerjaan dan Pengembangan Desa Wisata Kebugaran di Desa Bilabante Kabupaten Lombok Tengah

Mataram 21 Februari2019, telah terlaksana Penandatanganan Nota Kesepahaman Promosi Ketenagakerjaan dan Pengembangan Desa Wisata Saat Kebugaran  di Desa Bilabante Kabupaten Lombok Tengah.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia telah menjadi salah satu negara berkekuatan ekonomi baru (emerging economy) dan pemerintah Indonesia memiliki skenario menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada 2045. Namun, salah satu hambatan utama dalam mencapai cita-cita tersebut
adalah rendahnya tingkat kualifikasi sumber daya manusia yang mempengaruhi daya saing ekonomi. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang cukup tinggi, sekitar 4-6%, belum cukup untuk menciptakan kesempatan kerja, terutama bagi generasi muda Indonesia. Demografi pekerja masih didominasi oleh tingginya angka pekerja tanpa keahlian. Kurangnya tenaga kerja terampil merupakan tantangan dalam memenuhi kebutuhan sektor prioritas untuk pembangunan ekonomi Indonesia.

Atas nama Pemerintah Indonesia dan Jerman melalui Kementerian Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), Bappenas beserta GIZ sebagai pelaksana implementasi menginisiasi sebuah program untuk berkontribusi untuk mengatasi masalah lapangan kerja sebagai salah satu hambatan utama untuk daya saing pembangunan ekonomi Indonesia, yaitu Proyek Inovasi dan Investasi bagi Pengembangan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan atau Innovation and Investment for Inclusive Sustainable Economic Development Programme (ISED). Proyek ISED bekerja di dua sektor, yaitu sektor manufaktur yang berlokasi di Pulau Jawa dan sektor pariwisata yang berlokasi di Pulau Lombok.

Dalam rangka mendukung “Lombok Bangkit” serta membangun kemitraan dan jejaring di tingkat nasional maupun lokal untuk sektor pariwisata di Pulau Lombok, ISED bekerja sama dengan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) / Indonesia Tourism Development (ITDC) untuk mendukung salah satu prioritas program pemerintah dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, yaitu dalam hal  promosi ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kerja sama lainnya yang dibangun oleh Proyek ISED adalah untuk pengembangan Desa Wisata Kebugaran di Bilebante Lombok Tengah dengan konsep Inclusive Business (IB). IB merupakan praktik bisnis strategis yang menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dengan melibatkan kelompok berpenghasilan rendah dari piramida polulasi (Bottom of the Pyramid /BoP) ke dalam rantai nilai perusahaan sebagai pemasok, karyawan, distributor atau 1 konsumen. Model IB saling menguntungkan, karena dunia usaha maupun populasi berpendapatan rendah mendapat manfaat dari hubungan bisnis tersebut. Pengembangan Desa Wisata Kebugaran tersebut didukung oleh Kementerian/Lembaga dan Dunia Usaha, yaitu Martha Tilaar Group, PT. Panorama Sentrawisata Tbk, Hotel Santika Mataram, Yayasan Allianz Peduli, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT), Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM), Politeknik Pariwisata Lombok, dan Bappeda Provinsi NTB.

Sebagai wujud dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB, penandatangan Nota Kesepahaman kedua MoU tersebut akan diketahui dan disaksikan oleh Gubernur Provinsi NTB.

WhatsApp Image 2019-02-21 at 12.17.06 WhatsApp Image 2019-02-21 at 12.17.13 WhatsApp Image 2019-02-21 at 12.16.58