Peluang dan Tantangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Tahun 2020

Pembangunan pariwisata NTB memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah, hal ini ditunjukkan dari banyaknya destinasi dan keragaman potensi wisata kelas dunia, mulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora (Samota), Geopark Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, pesona 3 gili kekayaan tradisi, seni budaya, sejarah, dan industri kerajinan rakyat yang unik dan potensial.

Terletak di bagian Selatan Pulau Lombok, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor Pariwisata di NTB. Saat beroperasi penuh di tahun 2025, KEK ini diperkirakan akan menarik kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara per tahun. KEK Mandalika dengan investasi pembangunan sebesar Rp. 2,2 Triliun dan investasi pelaku usaha sebesar Rp. 28,6 triliun diproyeksikan mampu menyumbang devisa per tahun sebesar Rp. 7,5 triliun serta memberikan kontribusi terhadap PDB sektor pariwisata sebesar Rp. 16,96 triliun.

Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika merupakan satu diantara 10 Destinasi Wisata Proritas Nasional. Ground Breaking telah dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 20 Oktober 2017. Berlokasi di Pulau Lombok tepatnya di Kabupaten Lombok Tengah, dengan lahan seluas 1,250 ha. Kawasan ini merupakan daerah pantai berpasir putih sepanjang 7.5 km menghadap ke Samudera Hindia. Dalam kawasan ini juga sedang dibangun lintasan yang rencananya akan dipergunakan untuk gelaran internasional MotoGP pada tahun 2021. KEK Mandalika adalah KEK yang paling menarik bagi para investor saat ini dan diharapkan menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Pembangunan Sirkuit MotoGP dengan Luas Lahan Street Circuit 106 Ha, panjang lintasan: 4,32 Km, dan 17-19 Jumlah Tikungan. Biaya Pembangunan Infrastruktur Rp 3,6 Triliun, biaya Pembangunan Fasilitas Street Circuit: US$ 1 Juta dan Pembangunan dimulai pada bulan Oktober 2019. Kontraktor Pembangunan Vinci Construction Grand Projects (Perancis) dimana gelaran MotoGP 2021 akan disaksikan oleh 400 Juta penonton (TV), 330 Ribu penonton event (per event 125.000) dengan 3.914.000 followers di media sosial. Peluang Pekerjaan dari dilaksanakannya even MotoGP 2021 adalah ada sekitar 2.000 Pekerjaan Musiman, 5.000 Segmen Pekerjaan terkait MotoGP, 10.000 Pekerjaan Tidak Langsung dari MotoGP dengan peluang pemasukan US$ 60 juta belanja wisatawan (terkait event di Sirkuit Mandalika), Pendapatan Hotel, Pendapatan Transportasi, dan Pendapatan lain-lain.

Dibalik Peluang pasti ada tantangan. Beberapa tantangan yang harus dihadapi KEK Mandalika antara lain belum terbangunnya sinergi antara KEK Mandalika dan kawasan sekitar, belum ada branding produk unggulan ‘mandalika’, pendidikan vocational yang memenuhi atau tetap dengan kebutuhan sektor pariwisata, banyak ditemukan pekerja anak di wilayah wisata, keamanan, kebersihan sekitar pantai, serta kepastian insentif yang diberikan kepada investor.

Untuk menjawab peluang dan tantangan tersebut Bapped NTB Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis yang bertempat di Ruang Geopark Bappeda NTB (14/11/19). Mengundang OPD terkait Lingkup Pemerintah Provinsi, Peserta dari Sekretariat Dewan Kawasan KEK Mandalika dan Perwakilan dari Unsur BUMN, BUMD, Dunia Usaha, Akademisi dan Lembaga Non Pemerintah Lainnya.

Hadir sebagai Narasumber. Pertama dari Administrator KEK Mandalika dengan Materi “Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah  dalam mendukung Pengembangan KEK Mandalika” dan Narasumber kedua, Komisaris PT. ITDC dengan Materi “Progress Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika beserta Implikasinya bagi Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha kecil (UKM) di sekitar kawasan.”