KIPRAH 5 TAHUN LIPI DI NTB

IMG_20190806_093726

IMG_20190806_093724

Selasa, 6 Agustus 2019, Bappeda NTB berkesempatan menjadi fasilitator pertemuan antara LIPI dengan OPD lingkup Pemprov NTB serta beberapa NGO terkait. Tema yang dibahas kali ini terkait Kiprah 5 Tahun LIPI di NTB dengan mengangkat tema Edukasi, Industrialisasi dan Rekreasi. Kegiatan akan dilaksanakan tanggal 30 Oktober 2019 berlokasi di Kawasan Peternakan Banyumulek NTB. Namun, persiapan acara sudah mulai digaungkan mulai hari ini.

Untuk diketahui  bahwa kawasan Technopark Banyumulek  merupakan suatu kawasan pengembangan yang disiapkan secara khusus untuk mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi IPTEK oleh kalangan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Perguruan Tinggi, Perusahaan, dan Pemerintah. LIPI telah mengembangkan Technopark Banyumulek selama 5 tahun terhitung mulai tahun 2105-2019. Konsep Techno park yang telah dibangun di Banyumulek NTB pada tahun 2015 – 2019 dengan tema “Techno park Business Center Berbasis Pemanfaatan Bioresources secara berkelanjutan”.

Acara dibuka oleh Sekretaris Bappeda Provinsi NTB, Retno Untari, S.Si., M.Kes. Pada sambutannya, Untari mendukung sepenuhnya pelaksanaan Expo Kiprah 5 Tahun LIPI di NTB. “Kita perlu support kegiatan Kiprah 5 tahun LIPI di NTB ini” tuturnya.

STIP (Tehcnopark Banyumulek-red) saat ini sudah lebih dikenal masyarakat dibandingkan tahun lalu, sehingga untuk menggaungkan acara ini tidak seberat tahun lalu ketika acara NTB Expo dilaksanakan. Menurutnya, belajar dari pengalaman tahun lalu, acara peresean cukup menyedot perhatian masyarakat. Hal yang sama perlu dilakukan saat ini, kegiatan tradisonal selain peresean, “rona-rona misalnya” jelas Untari dapat mendatangkan massa sehingga masyarakat akan merasa lebih memiliki.

“Acara NTB Expo tahun lalu mampu mendatangkan pengunjung dalam jumlah besar, namun hasil penjualan yang didapatkan sedikit, sehingga pada Expo kali ini, LIPI harus lebih selektif memilih produk yang akan dipasarkan yang tentunya dengan harga terjangkau” ungkap Untari.

Menurutnya, acara LIPI kali ini akan lebih sukses dibandingkan NTB Expo tahun lalu karena adanya Rekor MURI pada saat acara. Kegiatan Rekor  MURI ini tentunya akan menyedot perhatian banyak pihak hingga ke tingkat nasional. Imbasnya, angka kunjungan wisatawan NTB meningkat sehingga akan banyak investor berinvestasi di NTB dan berdampak pada taraf kesejahteraan masyarakat yang meningkat.

“Semoga expo kali ini sukses” harapnya. Mohon untuk semua OPD yang akan terlibat dapat membantu suksesnya EXPo Kiprah 5 Tahun LIPI ini” tutupnya.

 

Paparan dilanjutkan oleh narasumber LIPI “Nurul Fitri”, dijelaskan bahwa Expo ini merupakan ajang untuk menampilkan semua produk kegiatan LIPI yang telah dikerjakan selama 5 tahun di NTB, untuk itu expo ini mengusung tema “Kiprah 5 tahun LIPI di NTB”.  Expo ini juga bentuk apresiasi terhadap petani, peternak, dan semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan TP Banyumulek selama ini” tuturnya.

Kegiatan TP di tahun 2019 akan difokuskan pada kegiatan pembuatan buku paket teknologi, pembuatan buku 5 tahun kiprah LIPI di NTB dan expo akhir kegiatan TP Banyumulek di NTB. Selain itu, kegiatan diseminasi akan dilakukan secara langsung ke masyarakat melalui mitra kelompok  tani ternak dan UKM binaan TP Banyumulek.

Program acara terdiri dari pentas seni budaya, pemecahan rekor MURI, Launching Buku Kiprah 5 Tahun LIPI di TB, Launnching buku paket teknologi (pakan, coklat dan pertanian), Success story, pemutaran film dokumenter kiprah 5 tahun LIPI di NTB dll.

Acara ini diharapkan dapat memperkenalkan dan memperluas informasi tentang industri peternakan dan pertanian kepada masyarakat luas, mempublikasikan kiprah LIPI selama 5 tahun di Nusa Tenggara Barat, memotivasi kelompok tani ternak, peternak, pelaku usaha dan petugas teknis dalam mengelola dan mengembangkan usaha peternakan dan pertanian serta mempertemukan para stake holder yang dapat bekerja sama dalam mengembangkan usaha peternakan dan pertanian dari hulu ke hilir” harapnya.