Jumat Salam Bappeda NTB Di Kelurahan Kolo Kota Bima, Warga Sampaikan Masalah Sampah Hingga Stunting

Bappeda Provinsi NTB secara konsisten menggelar program Jumat Salam sesuai dengan arahan dari Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs H.Lalu Gita Ariadi M.Si. Pada akhir pekan kemarin, Bappeda NTB menggelar Jumat Salam di Kelurahan Kolo Kota Bima. Sabtu 2 Desember 2023.

Ada banyak hal yang mencuat ke permukaan saat dilakukan dialog dengan lurah dan masyarakat Kolo. Mulai dari masalah kemiskinan, potensi pariwisata, stunting, hingga masalah pengelolaan sampah. Lurah Kolo Rustam memberikan apresiasi kepada Bappeda NTB karena menggelar dialog guna menyerap aspirasi masyarakat di kelurahan ini. “Kita hari ini mendapat binaan dari Bappeda NTB, apa yang menjadi usulan dan kebutuhan kita sehingga bisa diutarakan saat ini baik dari ketua RT maupun masyarakat di Kelurahan Kolo,” katanya.

Ketua RT 4 Jahrudin mengatakan, potensi yang ada di Kelurahan Kolo ini cukup banyak, trutama pada sektor perikanan, ikan tuna dan menjadi lokasi wisata. Terkait dengan data kemiskinan, menurutnya ada kecendrungan masyarakat yang mampu secara ekonomi ingin tetap masuk dalam katagori miskin dengan tujuan agar mendapat bantuan dari pemerintah. “Karena itu mohon kegiatan program diubah agar tidak diberikan uang melainkan diberikan lapangan kerja atau kegiatan usaha,” usul Jahrudin.

Staf Bappeda NTB sekaligus ketua tim Jumat Salam Priyo Sucahyo mengakui pemohonan sebagian masyarakat untuk terus mendapat bantuan itu kerap terjadi, tidak hanya di kelurahan ini, namun di tempat lain juga sering dijumpai. “Kita sudah melakukan survei untuk kualifikasi orang yang dikatakan miskin. kita tetap melakukan motivasi,” ujarnya.

Lurah Kolo Rustam mengatakan, pengelolaan sampah di sini masih terkendala dengan tidak adanya tempat pembuangan sampah. Pihaknya sudah mengusulkan ke Bappeda Bima dan DLHK. Oleh Pemkot Bima, kelurahan diminta untuk menyiapkan lahan. “Kita sudah siapkan namum belum ada realisasi. Kita harapkan Bappeda NTB bisa menjadi pintu untuk merealisasikan ini,” ujarnya.

Pihaknya juga memohon bantuan agar hutan kembali dilakukan penghijauan di daerah ini. Harapannya semua aspirasi ini bisa dirapatkan di pusat, terutama untuk menghijaukan hutan. Menanggapi hal tersebut Priyo Sucahyo mengatakan ketika usulan sudah maju ke DLHK, sarana untuk mengambil sampah harus dipikirkan, siapa yang mengolah, dan untuk menggaji pihak pengelola. Dalam penjemputan sampah, harus ada pemilahan antara organik dan non organik agar pengelolaan bisa lebih mudah dilakukan. “Terkait dengan penghijauan bisa dimulai dari masyarakat melalui kesadaran masing-masing. Memulai dari rumah masing-masing untuk menanam. Ini persoalan yang akan kami catat dan tampung,” katanya.

Terkait masalah kesehatan, kasus stunting menjadi salah satu yang harus terus mendapat perhatian. Kelurahan Kolo merupakan penghasil ikan yang bagus, sehingga makanan tambahan untuk mengentaskan kasus stunting di Kelurahan Kolo bisa dilakukan melalui pemberian ikan kepada anak. Sekretaris Bappeda NTB, Dr. Mahjulan dalam kesempatan tersebut mengatakan, di sepanjang jalan di Kota Bima ada rencana akan dilakukan penataan tepian air karena memiliki tepian lantai yang indah yang bisa menyaingi Labuan Bajo.” Ini untuk memperindah kawasan kota dan menjadi daya tarik wisata Kota Bima,” katanya.

Terkait anggaran oprasional kendaraan sampah, Wali Kota sebelumnya mengadakan kendaraan pickup kecil untuk mengangkut sampah ke TPA. “Memang perlu terus berkoordinasi ke Dinas LHK. Untuk 2024 memang ada anggaran untuk biaya tenaga sopir, dan kita akan koordinasikan kembali untuk melakukan verifikasi sehingga lebih jelas dan bisa direalisasikan,” tutupnya.