FGD Identifikasi Risiko Proyek KPBU Revitalisasi dan Modernisasi Irigasi Sistem Interkoneksi HLD WS Lombok

Koordinator Pembangunan Tata Ruang serta Kesiapsiagaan Bencana Bappeda Provinsi NTB, Wahyu Hidayat, ST., menghadiri FGD Identifikasi Risiko Proyek KPBU Revitalisasi dan Modernisasi Irigasi Sistem Interkoneksi HLD WS Lombok, dibuka oleh  Direktur Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan (diwakili oleh kasubdit). Selasa 11 Oktober 2022.

Dalam sambutannya Kasubdit menjelaskan bahwa Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur yang bertujuan untuk kepentingan umum yang Sebagian atau seluruhnya menggunakan sumberdaya Badan Usaha sangat penting untuk mempertimbangkan pembagian risiko antara para pihak. Dalam tahap perencanaan dan penyiapan KPBU, substansi risiko memiliki porsi besar dalam proses perhitungan Value for Money (VfM).

VfM merupakan salah satu instrumen seleksi proyek yang akan menentukan apakah proyek tersebut layak untuk diadakan melalui KPBU ataupun PBJ. PT PII memiliki peran strategis dalam memberikan jaminan dan mendampingi proses KPBU atas Kewajiban Finansial PJPK yang bersumber dari Risiko Infrastruktur berdasarkan Perjanjian Penjaminan secara end-to-end (sejak tahapan penyiapan, perencanaan, transaksi, konstruksi, dan operasi proyek KPBU), sehingga dapat meningkatkan minat Pembiayaan swasta/investor dalam penyediaan infrastruktur (bankability). Saat ini proyek KPBU masih dalam tahap penyusunan FS.

#NTBGEMILANG
#NTBTangguhDanMantap
#NTBBersihDanMelayani
#NTBSehatDanCerdas
#NTBAsriDanLestari
#NTBSejahteraDanMandiri
#NTBAmanDanBerkah