Deklarasi Gerakan Bersama Menuju NTB Nol Perkawinan Anak

Kepala Bappeda Provinsi NTB Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si., memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Gerakan Bersama Menuju NTB Nol Perkawinan Anak di Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara. Kamis 13 Juni 2024.

Dalam sambutannya Kepala Bappeda sampaikan, perkawinan anak telah menjadi isu penting dalam agenda pembangunan daerah kita. Isu ini berpengaruh besar pada masa depan generasi muda NTB, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dan ekonomi. Sebagai masyarakat NTB, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama besarnya untuk mengatasi permasalahan ini bersama-sama.

“Hari ini kita berkumpul di desa Sigar Penjalin ini, untuk mengawali suatu Gerakan Bersama dan menjadi saksi sejarah dari deklarasi kita semua yang diberi nama Gerakan Bersama Menuju NTB Nol Perkawinan Anak, yang merupakan komitmen kita bersama untuk melindungi hak-hak anak, memastikan semua anak-anak kita bisa bersekolah, sehat, dan dapat menjadi sumber daya manusia yang Kompetitif, Unggul, Andal, dan Taqwa”, ucap Doktor Iswandi.

“Sejalan dengan ini Deklarasi Gerakan Bersama Menuju NTB Nol Perkawinan Anak,  kegiatan Layanan Integrasi Dukungan Anak Rentan yang disebut Gawe Gubuk di Kabupaten Lombok Utara ini. Program Gawe Gubuk ini sangat signifikan untuk memperkuat perlindungan terhadap anak dan perempuan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sejahtera di Kabupaten Lombok Utara”, lanjutnya.

“Kegiatan ini merupakan momentum persatuan kita sebagai masyarakat NTB untuk mewujudkan NTB Nol Perkawinan Anak. Saya mengajak kita semua, seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta pihak swasta untuk berperan aktif dan berkolaborasi dalam mendukung Gerakan Bersama Menuju NTB Nol Perkawinan Anak”, ujarnya.

Dampak perkawinan anak sangat luas terhadap tingginya kasus stunting, tingginya kasus perceraian, anak putus sekolah, gangguan kesehatan dan lainnya. Mitra pembangunan kita telah banyak berkontribusi untuk isu perkawinan anak ini. Saya sangat berterima kasih dan apresiasi yang sangat tinggi kepada mitra pembangunan daerah, dari LPA NTB, Lakpesdam PWNU NTB, dan Islamic Relief dengan programnya masing-masing yang telah menginisiasi kerja kolaborasi NGO dalam penyelenggaraan Launching Gerakan Bersama Menuju NTB Nol Perkawinan Anak.

LPA NTB melalui Program Berani II dukungan KANADA – UNICEF, Lakpesdam PWNU NTB melalui program INKLUSI dukungan Pemerintah Australia, ISLAMIC RELIEF atas dukungan Islamic Relief Canada, SANTAI NTB melalui program Pekerja Anak – ACCLAIM, Panca Karsa Mataram melalui program Pekerja Migran Indonesia dari  AWU, SKALA melalui sub isu GEDSI kerjasama Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia, Yayasan PLAN  Internasional Indonesia melalui Program GEMA CITA, YGSI melalui program Kesehatan Reproduksi Remaja, dan Wahana Visi Indonesia melalui program perlindungan anak. Dan Telkomsel dengan dukungan layanan SMS Blast gratis yang memberikan pesan singkat untuk kita semua dalam mengurangi kasus perkawinan anak. Tentunya dengan melibatkan seluruh mitra pembangunan yang terkait dengan Gerakan Bersama ini, kita dapat menurunkan kasus perkawinan anak di NTB yang kita cintai ini.

Menutup sambutan Doktor Iswandi berharap kegiatan deklarasi Gerakan Bersama di desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara ini dapat menggerakkan seluruh Kabupaten/Kota untuk bersama-sama, bergandengan tangan, mewujudkan NTB NOL Perkawinan Anak.