Capai PRKBI Bersama, Bappeda NTB dan Islamic Relief Inisiasi Bimtek Aksara & System Dunamic.

Kepala Bappeda Provinsi NTB Dr. Iswandi, M. Si menjadi narasumber dalam kegiatan Lokakarya dan Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRK-BI) Tingkat Kabupaten-Kota. Diinisiasi bersama antara Bappeda NTB dengan Yayasan Relief Islamic Indonesia, lokakrya ini berlangsung selama tiga hari sejak hari ini Senin, 29 April hingga 01 Mei 2024 di Hotel Aston Inn Mataram.

Membuka paparannya, Kepala Bappeda NTB sampaikan bahwa penurunan emisi gas rumah kaca saat ini telah menjadi sasaran Pembangunan kelima dalam RPJPN 2025-2045. Dimana hal ini juga diturunkan menjadi sasaran visi NTB.

“Untuk mencapainya dibutuhkan komitmen 10 Kab/Kota, ini adalah indikator kinerja yang baru,” ujarnya.

Oleh karena itu, Doktor Iswandi sampaikan terimakasih kepada Islamic Relief, atas komitmen dan dukungannya selama dua tahun ini dalam proses penyusunan dokumen PRKBI.

“Apa yang perlu kita lakukan untuk menurunkan gas rumah kaca, implementasinya berpedoman pada dokumen PRKBI,” tambahnya.  

Selanjutnya, Doktor Iswandi berharap dalam proses implementasi kebijakan yang telah disusun dalam dokumen PRKBI menggunakan istilah yang berkarakter lokal. Hal ini penting agar bisa dicerna dengan cepat dan mudah oleh Masyarakat. Misalnya ciri-ciri perubahan iklim yang terasa dekat, situasi sembalun yang seharusnya dingin saat ini terasa panas, juga musim hujan yang jauh lebih oendek daripada musim panas.

Akan ditetapkan dalam bentuk Peraturan Gubernur, ia berharap agar proses ini dipercepat. Hal ini penting agar menjadi pedoman bagi Bappeda Kabupaten/Kota yang akan menjadi leading sektor di wilayahnya masing-masing untuk menggerakkan OPD teknis terkait.

“Maka hari ini kita laksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis baik aksara maupun system dynamic, agar kita punya kebijakan dengan alat ukur,”

Sebelumnya, dalam sambutannya, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Iskandar Zulkarnain, S.Pt., M.Si juga sampaikan harapan, walaupun dukungan Islamic Relief berakhir sebentar lagi pada 9 Mei, semoga dukungan tetap dapat berjalan melalui skema lain.

Hal ini penting, karena menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi capaian pembangunan triwulan pertama di tahun ini berdasarkan target yang telah ditetapkan dalam RPD. Masih ada beberapa target lingkungan yang belum tercapai. Seperti, persentase pengelolaan sampah, persentase pengurangan sampah, dan indeks kualitas tutupan lahan.

“Kami dari provinsi tidak bisa kerja sendiri, butuh kolaborasi dengan Kab/kota dan NGO,” tutupnya.