Bappeda NTB Gelar Rapat Penjelasan Teknis Evaluasi Renja 2025 dan Persiapan Perencanaan 2027

Mataram 19 Januari — Bappeda Provinsi NTB menggelar Rapat Penjelasan Teknis terkait Evaluasi Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2025, Penajaman Pelaksanaan Tahun 2026, serta Persiapan Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas perencanaan pembangunan daerah yang berbasis kinerja dan hasil. Kegiatan dihadiri Bidang P2EPD, Kepala Bidang P2M, Kepala Bidang Perekonomian dan SDA, serta Pejabat Fungsional Perencana lingkup Bappeda NTB, Bertempat di ruang rapat Geopark Bappeda NTB.

Rapat tersebut bertujuan untuk menelaah capaian kinerja program, kegiatan, dan subkegiatan perangkat daerah Tahun 2025, baik yang belum memenuhi, telah memenuhi, maupun yang melebihi target kinerja yang ditetapkan. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi output pelaksanaan Renja serta menganalisis kontribusinya terhadap pencapaian sasaran strategis perangkat daerah dan indikator kinerja pembangunan daerah.

Dalam rapat ini, Fungsional Perencana Ahli Madya Bappeda NTB, Badaruddin, S.Si., MA., M.EC.Dev., menekankan pentingnya pengendalian pelaksanaan program Tahun 2026 melalui penajaman target kinerja, rencana aksi, serta kesesuaian antara perencanaan dan penganggaran. Setiap perangkat daerah didorong untuk memastikan bahwa program dan kegiatan yang direncanakan memiliki daya ungkit yang kuat dan secara langsung mendukung pencapaian target pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan.

Selain itu, rapat ini turut membahas persiapan penyusunan usulan Renja Tahun 2027 dengan memperhatikan sasaran strategis dalam dokumen Renstra Perangkat Daerah 2025–2029, isu dan permasalahan sektoral, serta arahan pimpinan. Perencanaan Tahun 2027 diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan secara lebih fokus, terukur, dan berkelanjutan.

Badaruddin juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menyusun dan melaporkan capaian kinerja secara berkala sesuai ketentuan, guna meningkatkan akuntabilitas kinerja organisasi serta efektivitas pelaksanaan pembangunan. Optimalisasi belanja dan penajaman kegiatan prioritas menjadi perhatian bersama agar penggunaan anggaran semakin efisien dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui rapat ini, Bappeda NTB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi dan berorientasi pada hasil, sejalan dengan semangat bersama mengikhtiarkan ekonomi yang maju, manusia yang kuat, lingkungan yang aman dan berkelanjutan, serta masyarakat NTB yang sejahtera.