Apresiasi Peluncuran Aplikasi Lombok Halal Room, Doktor Iswandi Harapkan Inovasi Dorong Pengembangan Sektor Pariwisata.

Mataram 7 Desember 2023 – Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si menghadiri kegiatan Soft Launching Aplikasi Wisata Halal di Hotel Grand Madani, Jumat 7 Desember 2023. Bernama Lombok Halal Room, aplikasi ini merupakan salah satu agenda program matching fund dari Kedaireka Tahun 2023. Merupakan hasil kolaborasi antara akademisi dari Universitas Mataram dengan dunia usaha, PT Reganda Persada. Aplikasi ini hadir sebagai usaha mendukung dan mengembangkan potensi pariwisata NTB di kalangan umat islam dunia yang cukup besar.

Ketua pelaksana kegiatan, Ramaditia Dwiyansaputra sampaikan ditengah besarnya jumlah pangsa pasar wisatawan dari kalangan muslim, khususnya mereka yang berasal dari negara-negara Timur Tengah, pariwisata halal jadi bisnis yang menjanjikan. “Wisatawan muslim pada tahun 2020 berjumlah 159 juta orang dengan pengeluaran sebesar US$ 220 miliar (GMTI 2018),” ujarnya.

Melihat potensi besar ini, sebenarnya NTB khususnya Pulau Lombok sejak tahun 2010 telah mengembangkan pariwisata halal. Hal ini merupakan strategi tepat untuk membedakan dengan daerah wisata lain yang sudah lebih dulu berkembang seperti Jogja dan Bali. Sayangnya situasi pandemi Covid-19 dan masih rendahnya pemanfaatan teknologi informasi mengakibatkan belum maksimalnya tingkat kunjungan umat muslim dunia ke Pulau Lombok. “Oleh karena itu aplikasi Lombok Halal Room hadir,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan kemudahan dalam mencari akomodasi yang ramah lingkungan bagi umat Islam, tetapi aplikasi ini juga menjadi jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan keindahan alam dan budaya Lombok. Terdiri dari enam fitur, dua diantaranya adalah fitur booking hotel dan rent car, aplikasi ini berkomitmen mendukung perkembangan pariwisata yang berkelanjutan dan memastikan pengalaman wisata yang memenuhi prinsip kehalalan.

Turut berbahagia, Kepala Bappeda NTB dalam sambutannya sampaikan bahwa hal-hal baik seperti ini perlu terus dikembangkan. Menurutnya untuk percepatan peningkatan kesejahteraan, selain pertanian, pariwisata saat ini menjadi sektor yang punya potensi besar dan terus didorong. “Arahan pembangunan dari Pemerintah Pusat untuk 20 tahun kedepan di kawasan Bali Nusra, diarahkan jadi Superhub pariwisata internasional dan ekonomi kreatif, tentu kita butuh inovasi seperti yang dilaunching hari ini,” ujarnya.

Sudah mengembangkan pariwisata halal sejak belasan tahun lalu, Doktor Iswandi jelaskan bahwa hal ini tepat karena dua hal. Sebagai karakteristik khas pariwisata NTB dan sebagai strategi untuk meningkatkan sense of belonging masyarakat lokal terhadap pariwisata.

“Dulu masyarakat kita banyak yang tidak acuh pada pariwisata, namun sejak wisata halal digaungkan dengan dibangunnya berbagai masjid sebagai icon, seperti Islamic Center Kota Mataram dan Masjid Nurul Bilad di KEK Mandalika, masyarakat jadi lebih antusias. Hal ini karena kebutuhan religiusitas mereka terpenuhi. Bahkan dulu ada event Khazanah Ramadhan yang ramai dikunjungi wisatawan lokal, bila perlu kedepan dilaksanakan lagi dengan didukung oleh hotel-hotel,” ujarnya.

Menambahkan, Doktor Iswandi yang baru saja pulang dari kunjungan kerja ke India berbagai pengalaman bahwa India juga mengusung konsep wisata religi. “Ini jadi daya tarik untuk pariwisata bahkan jadi pemantik pengembangan ekonomi kreatif,,” pungkasnya.

Menutup sambutannya, Doktor Iswandi ajak mahasiswa untuk membantu Pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di bidang SDM yang salah satunya dilihat dari banyaknya jumlah mahasiswa yang memiliki sertifikasi kompetensi. “Jangan selesai sampai kuliah saja, tapi perlu banyak-banyak mengikuti sertifikasi, “ harapnya.