SURVIEW DAYA SAING EKONOMI PROVINSI NTB TAHUN 2016

IMG-20170725-WA0006

Mataram [25/07/2017] pertemuan yang di hadiri oleh ACI ( Asia Competitveness Institute) terkait dengan pendekatan komprehensif pada analisa saya saing oleh Mulya Amri (Lee Kuan Yew-School of Public Policy) bertempat di ruang rapat Kantor Bappeda Provinsi NTB , dengan memperhitungkan faktor-faktor berbeda yang secara kolektif menentukan kemampuan suatu Provinsi untuk meraih kemajuan ekonomi yang subtansial dan pembangunan yang Inklusif dalam jangka panjang.

  • Metodologi penilaian daya saing ACI terdiri dari 4 lingkup dan 12 sub-lingkup
    – Lingkup kondisi finansial dan efisiensi bisnis dan tenaga kerja (25%)
    o Kemampuan finansial dan efisiensi bisnis
    o Fleksibilitas pasar tenaga kerja
    o Kinerja produktifitas
    – Lingkup perencanaan pemerintahan dan Institusi (25%)
    o Kebijakan pemerintah dan kebijakan Fiskal
    o Institusu pemerintahan dan kepemimpinan
    o Persaingan standar regulasi dan penegakan hukum
    – Lingkup stabilitas ekonomi makro (25%)
    o Kedinamsian ekonomi regional
    o Keterbukaan dalam perdagangan dan jasa
    o Daya tarik terhadap investasi asing
    – Lingkup kualitas hidup dan pembangunan infrastruktur (25%)
    o Standar hidup, pendidikan dan stabilitas sosial
    o Infrastruktur teknologi
    o Infrastruktur fisik

Dari hasil pertemuan ada bebrapa Kesimpulan dan rekomendasi kebijakan, di antaranya adalah :
Nusa Tenggara Barat berada di peringkat ke-26 dalam daya saing keseluruhan – penurunan 8 peringkat dari tahun lalu.
– Peningkatan peringkat dalam lingkup stabilitas ekonomi makro (dar 24 ke 23)
– Penurunan peringkat dalam lingkup pemerintahan dan Institusi Publik (dari 13 ke 26) dan kualitas hidup dan pembangunan Infrastruktur (dari 19 ke 20)
Kekauatan :
– Pelayanan publik, khususnya dalam bidang pendidikan
– Infrastruktur fisik
Kelelmahan :
– Produktifitas dan kinerja perusahaan
– Indikator kualitas hidup (angka harapan hidup saat lahir, IPM)
– Infrastruktur teknologi
Rekomendasi :
– Pengembangan kondisi lingkungan usaha ( misal : tingkat pekerja, infrasrtuktur teknoligi) yang dapat mendorong kinerja dan produktifitas perusahaan