SEMINAR KAJIAN LITBANG FOKUS PADA KAWASAN RINJANI, TAMBORA, DAN BANYUMULEK

WhatsApp Image 2018-03-26 at 9.40.12 AM-3

Mataram – Seminar pendahuluan tahap kedua dari serangkaian kajian Bidang Litbang diadakan pada hari Senin, 26 Maret 2018 di Ruang Rapat Lakey Kantor Bappeda Nusa Tenggara Barat. Hadir dalam seminar pendahuluan ini, para perwakilan dari berbagai stakeholder yang terkait dengan materi penelitian, perwakilan kampus Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, STKIP Taman Siswa Bima, dan Tim Geopark Rinjani maupun Tambora. Kemudian perwakilan dari berbagai instansi atau OPD terkait di lingkup Pemerintah Provinsi NTB seperti, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Peternakan, Dinas LHK, Dinas ESDM, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Koperasi UKM, Biro Organisasi dan perwakilan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) serta beberapa UPT yang berada di lingkup kawasan penelitian Tambora, Rinjani, maupun Banyumulek.

Kegiatan yang dibuka oleh Kasubid Ekonomi Wilayah Litbang Bappeda NTB, Saharudin, S.Sos, M.H., ini membahas tiga materi penelitian yaitu, Kajian Model Geo Homestay Kawasan Geopark Tambora, Kajian Pemberdayaan Ekonomi Lokal Kawasan Lingkar Rinjani, dan Kajian Kelembagaan Kawasan Technopark Agroekowisata Banyumulek NTB. Dalam sambutannya Saharudin mengharapkan para stakeholder yang hadir dapat memberikan saran dan masukan kepada para pemateri sehingga dapat memperkaya konten kajian penelitian yang dilakukan oleh masing-masing peneliti.

Topik pertama yang menjadi materi seminar pendahuluan kali ini adalah “Kajian Model Geo Homestay Kawasan Geopark Tambora”. Paparan disampaikan oleh Zulharman, S.Hut, M.Ling yang merupakan dosen STKIP Taman Siswa Bima. Pemateri menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengelolaan homestay yang ada di kawasan geopark Tambora Kabupaten Bima dan Dompu Provinsi NTB. Dengan demikian, penelitian ini akan bermanfaat sebagai referensi bagi para pemangku kepentingan dalam proses pengembangan, pengelolaan, dan penataan homestay untuk mendukung kegiatan pariwisata di kawasan Geopark Tambora. Selain itu, penelitian ini juga dapat berguna sebagai pengayaan kajian bagi pemerintah dalam upaya memasukan Geopark Tambora sebagai bagian dari Global Geopark Network (GGN)

Materi kedua tentang “Kajian Pemberdayaan Ekonomi Lokal Kawasan Lingkar Rinjani” dipresentasikan oleh Ima Rahmawati dari Universitas Muhammadiyah Mataram. Menurut Ima, penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk atau pola pemberdayaan ekonomi lokal yang dapat diterapkan pada Kawasan Lingkar Rinjani dengan terlebih dahulu mengidentifikasi karakteristik masyarakat dan potensi ekonomi lokal kawasan tersebut. Output yang diharapkan dari penelitian ini adalah peningkatan pendapatan dan taraf hidup masyarakat serta nilai tambah ekonomi dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Topik terakhir yang dipaparkan pada kesempatan ini adalah materi tentang “Kajian Kelembagaan Kawasan Technopark Agroekowisata Banyumulek NTB”. Dalam kajiannya ini, Dr. Muhamad Ali dari Universitas Mataram, menekankan pentingnya evaluasi terhadap mekanisme pengelolaan kawasan Agroteknopark Banyumulek oleh lembaga-lembaga terkait. Sehingga, perlu dirumuskan alternatif-alternatif bentuk kelembagaan pengelola Kawasan Agroteknopark Banyumulek yang bersifat terpadu dan terintegrasi. Beberapa hal tersebut yang menjadi tujuan dilakukannya penelitian tentang Kajian Kelembagaan ini. Dengan demikian, output yang diharapkan, berbagai instansi-instansi yang berkepentingan terhadap kawasan tersebut dapat mengambil bagian untuk terlibat dalam pembentukan kelembagaan agar pengelolaan Kawasan Agroteknopark Banyumulek berjalan dengan efektif dan efisien.

Beberapa saran dan input dari audiens yang dapat menjadi pertimbangan bagi para peneliti sebagai revisi maupun memperkaya konten kajian antara lain; Masukan dari Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono, agar Asita dan PHRI harus dilibatkan dalam berbagai kajian yang dilakukan karena asosiasi-asosiasi tersebut memiliki akses terhadap informasi mengenai kondisi faktual di lapangan. Sementara itu, dari sudut pandang pariwisata, perwakilan dari Dinpar memberikan masukan terkait dengan standar layanan internasional dimana berbagai penelitian yang dilakukan berhubungan dengan destinasi wisata di NTB. Sehingga rekomendasi yang dihasilkan dari kajian mengenai kelembagaan agroteknopark Banyumulek, pengelolaan geo homestay Tambora, dan pemberdayaan ekonomi lokal lingkar Rinjani harus dipastikan dijalankan, agar standar layanan destinasi wisata yang mengacu pada UNWTO dapat tercapai. Masukan lainnya dari tim Geopark Tambora Amanda Fauziah, menyoroti validitas dan keterbaruan data yang digunakan dalam kajian dalam ruang lingkup wilayah Tambora. Untuk itu, akan dilakukan koordinasi antara tim peneliti dengan tim Geopark Tambora untuk melakukan validasi dan updating data-data terkait penelitian ini.

Menutup seminar pendahuluan ini, Kasubid Ekonomi Wilayah Litbang Bappeda, Saharudin, S.Sos, M.H. menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan berbagai saran, pendapat, serta masukan yang dapat menjadi acuan ataupun pedoman bagi para peniliti maupun pihak Bappeda khususnya Bidang Litbang dalam melaksanakan tugas-tugas atau pekerjaan maupun kajian-kajian yang dilakukan di masa sekarang maupun masa-masa yang akan datang.

WhatsApp Image 2018-03-26 at 9.40.12 AM WhatsApp Image 2018-03-26 at 9.40.12 AM-2