SEMINAR AKHIR KAJIAN LITBANG TAHAP PERTAMA MENGHASILKAN BERBAGAI REKOMENDASI KEBIJAKAN

WhatsApp Image 2018-04-30 at 10.06.53 AM

Mataram – Seminar akhir dari tiga kajian tahap pertama yang merupakan hajatan Litbang Bappeda Provinsi NTB digelar pada hari Senin 30 April 2018 di ruang rapat Lakey Bappeda. Dibuka oleh Kabid Litbang Retno Untari, S.Si, M.Kes, tiga kajian yang diseminarkan, yaitu; Kajian Karakteristik Geologi dan Pengembangan Potensi Geodiversitydi Kawasan Geopark Rinjani; Kajian Pengembangan Culture Diversity di Kawasan Geopark Nasional Tambora; dan Kajian Modal Sosial dalam Penanggulangan Kemiskinan Menuju Kesiapan Masyarakat Sebagai Upaya Pembentukan Geopark Tambora di Desa Pancasila. Seminar kajian ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari stakeholderterkait antara lain; Disnakesawan, Diskanlut, Distamben, Dispar, Prov NTB, DPMPD, TNGR, Universitas Muhammadiyah Mataram, dan STIE AMM Mataram,

Kajian Pertama mengenai Karakteristik Geologi dan Pengembangan Potensi Geodivesitydi Kawasan Geopark Rinjani dipresentasikan oleh Misbahib Haraha yang merupakan Ketua Dewan Pelaksana Harian Geopark Rinjani. Poin-poin yang menjadi pembahasan materi pertama ini dibuka dengan memetakan situs-situs geologi yang berada di selatan pulau Lombok. Dari hasil penelitian ini diidentifikasi sebanyak 30 situs geologi atau geositeyang dikelompokkan menjadi 4 kluster sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Karakteristik geositeyang bermacam-macam menjadikan potensi geodiversityyang ada di kawasan ini semakin beragam dan menarik untuk digali.

Misbah menyampaikan bahwa setiap geositememiliki makna situs berbeda-beda yang artinya masing-masing situs memiliki keunikan dan keterkaitan dengan proses geologi. Seperti Pantai Bangko-bangko yang ada di ujung barat, memiliki tebing breksi vulkanik dan lava andesitic, merupakan jalur gunung api Oligo-Miosentertua di Lombok yang memiliki keragaman flora dan fauna dan budaya. Sementara itu, Pantai Pink yang ada di ujung timur memiliki struktur batu gamping berlapis, grain supportedbernama floatstone, memiliki 3 teras batuan, dan pasirnya banyak mengandung pecahan tubipora musica.

Untuk menangkap potensi geodiversityyang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, dengan menjadikan berbagai geositetersebut menjadi destinasi geowisata, perlu didorong dengan meningkatkan aksesibiltas pendukung, pengelolaan situs yang baik, dan integrasi dengan potensi biodiversityserta culture diversity. Menurut Misbah, kondisi akses pada kawasan Selatan Pulau Lombok memiliki karakteristik jalan yang baik, dengan lebar jalan yang bervariatif dimana terdapat kerusakan dalam skala kecil. Sedangkan, jalan yang menghubungkan ke lokasi situs rata-rata masih berupa jalan tanah. Terkait dengan pengelolaan, peneliti menemukan bahwa mayoritas situs telah dikelola dengan menggunakan manajemen pengelolaan namun sarana dan prasarana penunjang kegiatan wisata yang ada masih sangat minim. Sedangkan integrasi dapat dilakukan dengan wilayah biodiversitydan culture diversityyang telah dikenal luas oleh wisatawan seperti Taman Wisata Alam Gunung Tunak, Desa Sade, Putri Mandalika dan lain sebagainya.

Dari hasil peneltian ini kemudian direkomendasikan strategi pengembangan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan berbagai macam potensi yang telah dijelaskan di depan, seperti; Pengembangan detail kawasan; Penguatan Regulasi; Penguatan kapasitas sumber daya manusia; Pengembangan pemasaran; dan Penguatan kemitraaan.

Materi berikutnya, Kajian Pengembangan Culture Diversitydi Kawasan Geopark Nasional Tambora yang dibawakan Tim Dewan Pelaksana Harian Tambora mencoba untuk menjelaskan kebudayaan masyarakat yang pernah atau masih ada di wilayah Gunung Tambora dengan menggali berbagai potensi didalamnya. Ruang lingkup penelitian ini meliputi, identifikasi kebudayaan, pemetaan potensi, strategi pengembangan, dan rekomendasi untuk Pemerintah Daerah.

Keberagaman kebudayaan yang ada di kawasan Tambora dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi hal tersebut dengan mengidentifikasi suku-suku yang pernah atau sedang bermukim disana seperti suku Sanggar, Dompu Mbojo, Sasak, Bali, dan Bugis. Dari hasil kajian ini, para peneliti memberikan beberapa rekomendasi, antara lain; Perlunya keterlibatan Pemerintah Daerah secara aktif dalam kegiatan pengembangan kebudayaan; Membangun kemitraan dengan berbagai pihak, dan; Membangun sanggar seni dan panggung atraksi.

Kajian terakhir yang menjadi materi dalam seminar akhir ini, membahas tentang “Modal Sosial dalam Penanggulangan Kemiskinan Menuju Kesiapan Masyarakat Sebagai Upaya Pembentukan Geopark Tambora di Desa Pancasila”.  Penelitian yang berusaha menganalisis karakteristik sosial ekonomi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Desa Pancasila ini, menemukan bahwa secara umum karakteristik sosial ekonomi disana masih berada pada tingkatan kesejahteraan yang rendah. Hal ini disebabkan tingkat kepercayaan yang rendah terhadap program-program pemerintah, disamping keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat disana. Untuk itu, peneliti memberikan rekomendasi berupa peningkatan peran pemerintah dalam penanggulangan dengan melakukan akselerasi pembangunan melalui program pelattihan dan pembentukan kelompok usaha bersama mengacu pada potensi lokal yang dimiliki masyarakat Desa Pancasila.

Tahap akhir seminar ini kemudian diisi dengan berbagai saran dan  masukan dari para peserta yang hadir dari berbagai stakeholderterkait. Secara umum, masukan terhadap ketiga kajian yang perlu digarisbawahi adalah mengenai sisi praktikalitas penelitian, agar dapat menjadi landasan kuat bagipembuat kebijakan untuk menentukan intervensi yang dapat dilakukan terkait dengan berbagai permasalahan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

Menutup seminar kajian akhir ini, Kabid Litbang Bappeda, Retno Untari, SSi, MKes, menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah bersama-sama mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam ikhtiar membangun daerah kita tercinta.

WhatsApp Image 2018-04-30 at 10.06.46 AM WhatsApp Image 2018-04-30 at 10.07.00 AM