PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENURUT SUB SEKTOR BULAN MARET 2016

By | April 25, 2016

Penghitungan Nilai Tukar Petani menggunakan tahun dasar 2012=100 dimana pada bulan Maret 2016 tercatat Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 104,51; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 96,96; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 93,49; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 115,53 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) 99,44. Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap (NTN) tercatat  105,53 dan NTP Perikanan Budidaya (NTPi) tercatat 89,57.  Secara gabungan, Nilai Tukar Petani Provinsi NTB sebesar 104,38 yang  berarti NTP bulan Maret 2016 mengalami penurunan 0,44 persen bila dibandingkan dengan bulan  Februari  2016 dengan Nilai Tukar Petani sebesar  104,85.

NTP Provinsi NTB Desember 2013 – Maret 2016 (2012=100)

NTP Maret 2016

Nilai Tukar Usaha Pertanian Provinsi NTB yang diperoleh dari hasil bagi antara indeks yang diterima petani dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM), pada bulan Maret 2016  tercatat 111,52 yang berarti mengalami penurunan  0,23 persen dibandingkan bulan Februari 2016 dengan Nilai Tukar Usaha Pertanian 111,79.

Dari 33 Provinsi yang dilaporkan pada bulan Maret 2016, terdapat 10 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dan 23 provinsi mengalami penurunan NTP. Peningkatan tertinggi  terjadi di Provinsi Maluku Utara  yaitu sebesar 0,73 persen, dimana indeks harga yang diterima meningkat hingga 0,82 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi  Banten yaitu sebesar  1,72  persen, dimana indeks yang diterima petani menurun sebesar 1,09 persen.

Nilai Tukar Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat Per Subsektor  Maret 2016 (2012=100)

Tabel NTP Maret 2016

Pada bulan Maret 2016, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 0,41 persen. Inflasi disebabkan karena terjadinya peningkatan indeks konsumsi rumah tangga pada 5 kelompok pengeluaran yaitu kelompok  Bahan Makanan (0,88 %), Kesehatan (0,21 %), Sandang (0,12 %), Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau (0,10 %), Pendidikan, Rekreasi & Olahraga (0,02 %). Sedangkan kelompok Perumahan dan kelompok Transportasi & Komunikasi mengalami penurunan indeks masing-masing sebesar 0,21 persen dan 0,06 persen.

Sumber : BRS-BPS,  April 2016