PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI NUSA TENGGARA BARAT (GABUNGAN)

By | November 4, 2014

Pada bulan Oktober 2014 Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Angka inflasi ini berada di bawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,47 persen.

Dari 82 kota yang menghitung IHK, tercatat 74 kota mengalami inflasi dan 8 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,18 persen dan terendah terjadi di Kota Mamuju sebesar 0,06 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Sorong sebesar 1,08 persen dan deflasi terkecil terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,12 persen.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, inflasi Kota Mataram sebesar 0,30 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,47 persen.

Inflasi Nusa Tenggara Barat bulan Oktober 2014 sebesar 0,15 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks pada:

  • Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,99 persen;
  • Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,48 persen;
  • Kelompok Kesehatan sebesar 0,48 persen;
  • Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,17 persen;
  • Kelompok Sandang sebesar 0,06 persen dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,03 persen.
  • Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,09 persen.

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender (Oktober 2014 – Desember 2013) sebesar 3,91 persen, dan laju inflasi “tahun ke tahun” (Oktober 2014 – Oktober 2013) sebesar 4,68 persen.

New Picture