PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI NUSA TENGGARA BARAT (GABUNGAN)

By | February 3, 2015

Pada bulan Januari 2015 Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,47 persen. Angka inflasi ini berada di atas angka deflasi nasional yang tercatat sebesar 0,24 persen.
Dari 82 kota yang menghitung IHK (Indeks Harga Konsumen), tercatat 31 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 2,37 persen diikuti oleh Kota Merauke sebesar 1,73 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Malang sebesar 0,04 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi terbesar adalah Kota Padang sebesar 1,98 persen dan deflasi terkecil terjadi di Kota Bandung sebesar 0,05 persen. Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, inflasi Kota Mataram sebesar 0,45 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,58 persen.
Inflasi Nusa Tenggara Barat bulan Januari 2015 sebesar 0,47 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 2,17 persen; Kelompok Sandang sebesar 1,44 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 1,14 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,79 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,25 persen dan Kelompok Kesehatan sebesar 0,11 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 3,57 persen.
Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender (Januari 2015 – Desember 2014) sebesar 0,47 persen, dan laju inflasi “tahun ke tahun” (Januari 2015 – Januari 2014) sebesar 6,21 persen.

Inflasi Nusa Tenggara Barat (Gabungan) Bulan Januari 2015 Menurut Kelompok Komoditas

Untitled

(Sumber : BRS-BPS Februari 2015)