KONDISI PEREKONOMIAN PROVINSi NTB PADA TRIWULAN III – 2014

By | November 5, 2014

PDRB Provinsi NTB pada triwulan III-2014

a. Dengan sub sektor pertambangan non migas atas dasar harga (adh) berlaku mencapai Rp 15,37 triliun, sedangkan adh konstan mencapai Rp 5,20 triliun.

b. Tanpa sub sektor pertambangan non migas atas dasar harga (adh) berlaku mencapai Rp 14,70 triliun, sedangkan adh konstan mencapai Rp 5,00 triliun.

Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kuartal (q to q), yaitu laju pertumbuhan PDRB pada triwulan III-2014 terhadap PDRB pada triwulan sebelumnya.

a. Dengan sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 1,32 persen.

b. Tanpa sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 7,96 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Tahunan (y on y), yaitu laju pertumbuhan PDRB pada triwulan III-2014 terhadap triwulan III-2013.

a. Dengan sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar – 3,01 persen.

b. Tanpa sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 5,83 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kumulatif (c to c), yakni laju pertumbuhan PDRB kumulatif dari triwulan I sampai triwulan III-2014 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya.

a. Dengan subsektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 1,67 persen.

b. Tanpa subsektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 5,84 persen.

Sumber pertumbuhan ekonomi (SPE)

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2014 sebesar 1,32 persen (q to q) didorong oleh sektor pertanian hingga 4,66 point. Sementara perekonomian NTB tahun 2014 sampai dengan triwulan III (c to c) tumbuh sebesar 1,67 persen dan didorong oleh sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 1,54 point.

Struktur ekonomi Provinsi NTB pada triwulan III-2014.

a. Dari Sisi Produksi

PDRB Propinsi NTB pada triwulan III-2014 masih didominasi oleh sektor pertanian (30,72%) diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran (19,32%), sedangkan yang menempati urutan ketiga yakni sektor jasa-jasa (14,99%).

b. Dari Sisi Penggunaan

Dari sisi penggunaan terbesar adalah untuk konsumsi rumah tangga dan untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), masing-masing 58,56 persen dan 29,80 persen.

Perekonomian Provinsi NTB pada triwulan III-2014 mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Hal ini ditunjukan oleh arah pertumbuhan ekonomi triwulanan (q to q) yang positif, baik dengan sub sektor pertambangan non migas maupun tanpa sub sektor tersebut.

Banyak hal yang mendorong peningkatan perekonomian Provinsi NTB di triwulan III ini antara lain adanya panen raya komoditas tembakau, dimana dampaknya sangat significant dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang merupakan sektor dominan dalam pembentukan PDRB Provinsi NTB. Selain itu situasi bulan puasa dan hari raya Idul Fitri mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat seperti munculnya industri makanan/minuman musiman akibat permintaan terhadap konsumsi makanan/minuman di bulan puasa dan maraknya kegiatan perdagangan dan transportasi dalam rangka persiapan hari raya Idul Fitri.

Sebagai daerah wisata, liburan sekolah di bulan Juli mendorong meningkatnya kegiatan kepariwisataan di Provinsi NTB. Hal ini mengakibatkan beberapa sektor terkait seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor angkutan mengalami pertumbuhan yang cukup berarti bahkan tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada bulan September mencapai angka tertinggi yaitu 55,70 persen.
Pada triwulan III-2014 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB diperkirakan mencapai Rp 15,37 triliun, lebih tinggi 2,84 persen dibandingkan dengan triwulan II-2014 yang mencapai Rp 14,95 trilliun. Tingginya PDRB NTB di triwulan III-2014 ini selain karena meningkatnya kuantitas produksi juga dipengaruhi perubahan harga (laju inflasi) sekitar 2,11 persen.

Picture1PDRB Menurut Sektor ADH Berlaku dan ADH Konstan 2000 Provinsi NTB Triwulanan III-2014
Picture2Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan EKONOMI ntb Triwulan III – 2014
Picture3Urutan Laju  Pertumbuhan Menurut Sektor dengan Nilai Tertinggi