KABAR SEDIH DARI ANGKA KEMISKINAN NTB ?

By | September 17, 2015

Tanggal 15 September 2015 lalu Badan Pusat Statistik merilis angka kemiskinan di Indonesia sampai dengan Bulan Maret 2015. Ada hal yang sangat menyedihkan, yaitu penduduk miskin di NTB bertambah, baik secara agregat maupun secara prosentase. Secara agregat jumlah penduduk miskin di NTB bertambah dari 816.621 orang pada bulan September 2014 menjadi 823.890 orang pada bulan Maret 2015, atau dengan kata lain jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 7.269 orang. Sedangkan secara prosentase pun penduduk miskin di NTB meningkat dari 17,05% per September 2014 menjadi 17,10% per Maret 2015, atau penduduk miskin meningkat sebanyak 0,05%.

Secara nasional sebenarnya jumlah penduduk miskin di Indonesia juga meningkat, yaitu dari 27.727.778 orang pada September 2014 menjadi  28.592.830 orang pada Maret 2015, atau bertambah sebanyak  865.048 orang. Secara prosentase pun penduduk miskin di Indonesia mengalami peningkatan dari 10,96% pada bulan September 2014 menjadi 11,22% pada Maret 2015, atau dengan kata lain penduduk miskin di Indonesia meningkat sebanyak 0,26%.

Bila dilihat dari angka-angka tersebut sebenarnya peningkatan prosentase penduduk miskin di NTB tidaklah sebear peningkatan prosentase penduduk miskin di Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa ada provinsi lain di Indonesia yang mengalami peningkatan penduduk miskin di atas prosentase peningkatan penduduk miskin di Indonesia, yang sudah barang tentu juga di atas NTB.

Dengan membandingkan prosentase penduduk miskin per provinsi di Indonesia, posisi NTB berada di urutan ke-28 dari 34 Provinsi, atau dengan kata lain NTB berada di posisi nomor 7 (tujuh) dari bawah.ada 6 provinsi yang prosentase penduduk miskinnya lebih besar dari NTB, yaitu Prpvinsi Bengkulu, Gorontalo, Maluku, NTT, Papua Barat dan Papua. Bila dilihat dari bulan September 2014 memang posisi NTB melorot dari urutan ke-27 dari 33 provinsi menjadi urutan ke-28 dari 34 provinsi, karena Kalimantan Utara sebagai provinsi baru langsung merangsek ke urutan 8.

Ada hal yang menarik bila melihat fluktuasi perkembangan posisi penduduk miskin di NTB sejak tahun 2010. Pada tahun 2010 urutan NTB ada di posisi 28, tahun 2011 melorot ke urutan 29, tahun 2012 naik lagi ke urutan 28, tahun 2013 melompat ke urutan 26, tahun 2014 melorot lagi ke urutan 27, dan Maret 2015 turun lagi ke urutan 28.

Bila dilihat per provinsi, ada 4 provinsi yang selalu berada di bawah Provinsi NTB sejak tahun 2010, yaitu Maluku, NTT, Papua dan Papua Barat. selain itu juga ada 3 provinsi yang selalu bertukar posisi dengan NTB, yaitu Aceh, Bengkulu dan Gorontalo. Provinsi Bengkulu sejak tahun 2010 hingga 2012 pernah berada di atas NTB, namun sejak tahun 2013 hingga saat ini selalu berada di bawah NTB. hal serupa juga dengan Provinsi Gorontalo, dimana sejak tahun 2010 hingga Maret 2013 berada di atas NTB, namun sejak September 2013 hingga Maret 2015 posisinya selalu di bawah NTB. Yang menarik adalah Aceh yang posisi persentase penduduk miskinnya selalu bergantian dengan NTB. Pada tahun 2010 hingga 2011 Aceh berada di atas NTB, namun pada bulan Maret 2012 dan September 2012 Aceh berada di bawah NTB. Pada bulan Maret 2013 Aceh kembali berada di atas NTB, namun pada September 2013 hingga Maret 2014 Aceh berada di bawah NTB, dan saat ini Aceh kembali di atas NTB dari September 2014 hingga Maret 2015.

Bila dilihat dari selisih angka antara NTB dengan provinsi di bawah dan diatasnya, maka dengan Provinsi Bengkulu yang berada di urutan ke-29 terpaut 0,78%, sedangkan dengan Provinsi Aceh yang berada di urutan ke-27 hanya terpaut sebesar 0,02%. Bila dilihat dari tren perubahan penduduk miskin sejak 2010, maka pengurangan penduduk miskin di NTB relatif lebih baik dari Aceh dan (terlebih lagi) Bengkulu. Dengan kata lain, dengan kerja keras maka amat memungkinkan bagi NTB untuk meningkatkan posisinya pada data kemiskinan per September 2015 yang akan dirilis pada Maret 2016 tahun depan.