INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) PROVINSI NTB TAHUN 2016

Indeks Pembangunan Manusia Provinsi NTB pada tahun 2016 mengalami kemajuan yang ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 65,19 tahun 2015 menjadi 65,81 pada tahun 2016 atau meningkat dengan pertumbuhan 0,95 persen setahun sementara IPM Nasional tumbuh sebesar 0,91. Untuk tahun 2016, IPM Provinsi NTB masih berada pada kategori sedang sebagaimana tahun lalu. IPM 2016 tertinggi tercatat di Kota Mataram (77,20) disusul oleh IPM Kota Bima (73,67) dan IPM terendah tercatat di Kabupaten Lombok Utara (62,24). Namun demikian, Lombok Utara mencatat pertumbuhan IPM tertinggi mencapai 1,78 persen,  selanjutnya Sumbawa (1,53 persen), Lombok Barat (1,44 persen) dan Dompu(1,43 persen).

Kota Mataram dan Kota Bima merupakan daerah dengan IPM kategori tinggi di NTB sedangkan kabupaten/kota lain masih berada pada kategori sedang. Selama periode 2015 dan 2016, seluruh komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 65,48 tahun, meningkat 0,1 tahun (1,2 bulan) dibandingkan tahun sebelumnya. Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,16 tahun, meningkat 0,12 tahun (1,44 bulan) dibandingkan pada 2016. Penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 6,79 tahun (setara kelas VII SLTP), meningkat 0,08 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengeluaran per kapita masyarakat yang disesuaikan (harga konstan 2012) telah mencapai Rp. 9,58 juta  pada tahun 2016, meningkat Rp 334 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara umum, pembangunan manusia NTB terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2016. IPM NTB meningkat dari 61,16 pada tahun 2010 menjadi 65,81 pada tahun 2016 dan masih berada pada kelompok  IPM kategori sedang. Walaupun demikian,  selama periode tersebut IPM NTB menunjukkan kemajuan yang besar, IPM Propinsi NTB rata-rata tumbuh sebesar 1,23  persen per tahun. Laju pertumbuhan IPM tahun 2016  adalah sebesar 0,95 persen sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang mencapai 1,36 persen.  Kendati demikian laju pertumbuhan NTB masih lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan IPM Nasional.

Dibandingkan dengan IPM Nasional, level IPM Provinsi NTB memang masih berada di bawahnya, namun jarak IPM Nasional dengan IPM NTB dari tahun ke tahun semakin  menyempit,  jika pada tahun 2010 IPM NTB masih terpaut  5,37 poin  dari IPM Nasional maka pada tahun 2016  menjadi 4,37 poin. Adapun IPM Nasional pada tahun 2016 telah beranjak masuk menjadi kategori IPM tinggi karena telah mencapai level 70,18.

Sumber BRS BPS Prov. NTB